Iklan

Hadapi Krisis Pangan Global, Hadi Surya: Dinas Pangan Jangan Hanya Dinas Lomba Masak

REDAKSI
5/28/20, 11:00 WIB Last Updated 2021-03-20T11:04:41Z
Rapat gerakan menjaga pangan di Aceh Selatan
NOA l Aceh Selatan - Menghadapi krisis pangan yang diprediksi puncaknya pada Nopember 2020 sampai dengan Januari 2021 di Indonesia, khususnya Kabupaten Aceh Selatan. Untuk itu, kabupaten yang berjulukan Kota Naga itu harus berbenah.

Hal itu ditegaskan angota DPRK Aceh Selatan, Hadi Surya yang mewakili pimpinan DPRK saat menghadiri rapat gerakan menjaga ketahanan pangan menghadapi krisis pangan Global di Aula Sekdakab Aceh Selatan, Kamis (28/05/2020).

"Secara nasional krisis pangan sudah dimulai terjadi yang ditandai dengan kurangnya pasokan dan peningkatan harga. Sedangkan puncaknya diperkirakan pada Bulan Nopember 2020 Sampai dengan januari 2021," kata Hadi Surya S.TP, MT

Politisi Partai Gerindra tersebut, sebelumnya juga pernah menyampaikan pernyataannya soal pangan adalah soal hidup matinya bangsa.

"Jika krisis pangan global adalah sebuah peperangan, maka kita menghadapinya melalui tanam serentak zonasi wilayah, percepat masa tanam dan musyawarahkan dengan parapihak termasuk keujruen blang tantang kalender tanam," tegas Hadi Surya.

Untuk berbenah, lanjut Hari, harus petakan kekuatan berupa kesiapan alsintan dalam mengolah tanah, ketersediaan bibit unggul, pengairan dan pupuk serta pengendalian hama.

"Menghitung kesiapan anggaran untuk itu sampai pada proses penanganan pasca panen. Jika krisis pangan adalah sebuah peperangan, maka siapa yang menguasai teknologi dialah pemenang perang, " ujar Hadi.

Ketua Komisi II DPRK Aceh Selatan itu, mengakui, untuk konteks ketahanan pangan dan kepedulian terhadap petani, sejauh ini dirinya masih memberikan apresiasi kepada Plt Bupati Aceh Selatan, Tgk Amran atas ketulusannya untuk memperhatikan sektor pertanian dan perekonomian secara umum. 

"Namun kabinet kerjanya dalam hal ini dinas Pertanian, Dinas Pangan,  Dinas Perindagkop UKM dan Dinas Perikanan Kelautan masih sangat lemah bahkan tidak terintegrasi dalam menterjemahkan gagasan Plt Bupati Aceh Selatan," imbuh Hadi.

Hal itu tegas Hadi, sangat disayangkan, dimana Dinas Pertanian seakan kehilangan skema kerja sehingga harapan tanam serentak berbasis zonasi wilayah di kabupaten Aceh Selatan tidak terwujud dan tonase produksi padi dan jagung kian menurun berdasarkan data LKPJ tahun 2019.

"Dinas Pangan seakan hilang peran dalam mewujudkan Visi Misi Aceh Selatan Hebat, terkesan dinas ini adalah “Dinas Lomba Masak” yang program andalannya adalah membuat perlombaan masak," sebut Hadi.

Hadi mebukai, seharusnya Dinas Pangan,  banyak trobosan dan gagasan yang bisa dikembangkan. "Apalagi Kadis Pangan Provinsi Aceh adalah Mantan Kadis Kelautan Kabupaten Aceh Selatan, ini harusnya menjadi poin tambahan bagi kita," harapnya.

Selanjutnya, sambung Hadi, seharusnya Dinas harus hadir sebagai penyemangat dan penyelamat bagi para petani dengan melakukan upaya penyiapan dan pendampingan untuk terwujudnya tanam serentak dan meningkatnya produksi pangan  juga untuk komuditi jagung yang bisa menjadi andalan Aceh Selatan. 

"Saya meminta kepada Plt Bupati Aceh Selatan untuk mengevalusi kinerja dinas pertanian secara keseluruhan, satu kesatuan kerja bidang-bidang dan seksi-seksi termasuk balai panyuluhan harus terintegrasi satu irama, satu ide dan satu gagasan dalam mewujudkan cita-cita Aceh Selatan Hebat," sebut Hadi.

Dinas Perindagkop dan UKM, lanjut Hadi, dikembangkan dan aktifkan koperasi tani, nelaya dan perdagangan untuk pembiayaan dan pemasaran. 

"Sinergikan dengan dinas pertanian dan dinas perikanan. Jika ini berjalan maka peran tangkulak pada sector pertanian, peran rentenir sector perdagangan ini bisa kita berantas sesuai dengan semangat dan cita-cita perjuangan Azam ingin menghapus koperasi keliling yang menyengsarakan rakyat," kata Hadi.

Harusnya, kata Hadi, daerah bisa hadirkan untuk itu. "Tidaklah elok di Bumi Syariat Islam, kita mempertontonkan praktek riba jalanan yang merajalela," katanya.

Pada kesempatan itu, Hadi juga menyebutkan, untuk Dinas Pertania, Dinas Pangan dan Dinas Perindagkop UKM, dimohonkan pada Plt Bupati Aceh Selatan untuk memanggil mereka.

"Panggil mereka, buat forum untuk “mencuci otak mereka”, bangun kekompakan, kerjasama tim, tuntut gagasan dan langkah kerja mereka, jika tidak ada progress yang bagus, bangku panjangkan saja atau perbantukan di kecamatan-kecamatan," pinta Hadi.

Jika tidak segera dilakukan itu, maka cita-cita Aceh Selatan hebat dengan tema ekonomi kerakyatan akan sulit terwujud. "Terakhir para pihak  juga harus meningkatkan koordinasi dengan pihak baik provinsi Aceh maupun pusat untuk mendapatkan dukungan menuju swasembada pangan dan ekomoni kerakyatan bisa berdiri gagah di Aceh Selatan, " tutup alumni Pertanian Unsyiah ini.(RED).
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hadapi Krisis Pangan Global, Hadi Surya: Dinas Pangan Jangan Hanya Dinas Lomba Masak

Terkini