Iklan

Meski Dimasa Pandemi Covid-19, Pusat Perbelanjaan Blangpidie Dipadati Warga

REDAKSI
5/18/20, 11:59 WIB Last Updated 2021-03-20T11:04:41Z
Aktifitas warga di pusat Pasar Blangpidie menjelang hari raya 1441 H/2020

NOA | Abdya – Memiliki baju Lebaran adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Aceh, tak terkecuali bagi masyarakat Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya). Meski tahun ini, Ramadan dan hari raya berbeda karena wabah Covid-19 tetap tidak menyurutkan sebagian masyarakat untuk membeli ragam jenis pakaian.

Akibatnya, sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Abdya diserbu pembali. Hal tersebut terlihat di pusat Kota Blangpidie, pasar Manggeng dan sejumlah pasar tradisional lainnya di Kabupaten setempat.

Pantauan m-nao.com, parkiran roda dua dan empat penuh hingga ke badan jalan. Warga yang hadir ke sana tidak hanya memburu toko-toko baju, namun juga membeli kue atau makanan Lebaran.

Biasanya, memasuki hari ke-22 Ramadhan, pusat perbelanjaan Kota Blangpidie memang ramai dipadati warga. Mereka tak hanya dari ibu kota tapi juga dari berbagai wilayah dalam Kabupaten Abdya.

Alhadi (38 tahun), salah seorang pedagang baju di jalan Selamat Kota Blangpidie, mengaku lonjakan pembeli saat menjelang hari raya jauh lebih ramai daripada sebelumnya. “Tahun-tahun sebelumnya sepekan menjelang Lebaran, masyarakat lebih rame lagi, sekarang kita belum tau karena ada wabah ini,” katanya.

Diakuinya, setiap tahun menjelang hari raya, pembeli di pasar Blangpidie bukan hanya warga Blangpidie saja, bahkan ada yang dari luat Abdya, seperti Alue Bilie dan Nagan Raya serta Aceh Selatan. “Perhari ini, Alhamdulilah pengungjung meningkat hampir 10 kali lipat,” sebutnya.

Untuk tren, sebut Romi (27 tahun) pedagang baju pria dan wanita di jalan Pasar Baru, Blangpidie, momen Lebaran sering terjadi perubahan tren pembeli, terutama pada tingkat remaja atau anak muda. “Rata-rata yang berbelanja sama kita anak-anak muda dengan tren yang terbilang berbeda,” katanya.

Diakui Romi, saat ini memang kalangan milenial lebih memilih untuk belanja di toko online daripada langsung ke Pasar, karena pengaruh tren dan teknologi. “Untuk pembeli anak muda itu memang terasa menurun tapi kalau emak-emak masih seperti biasa,” sebutnya.

Di samping itu, seorang pedagang lainnya Nelza (28 tahun) mengaku pakaian paling banyak diminati saat ini adalah baju gamis (pakaian muslimah model kaftan), dan sejumlah model baju yang sedang tren. “Alhamdulilah, meski Covid-19 ini, kita masih menyediakan stok pakaian sesuai dengan tren,” singkatnya.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Meski Dimasa Pandemi Covid-19, Pusat Perbelanjaan Blangpidie Dipadati Warga

Terkini