Iklan

Dilaporkan Sapi-Sapi Kurus Di UPTD IBI Sare, Ombudsman : Pihak Yudikatif Harus Mengusut Kejadian Tersebut

REDAKSI
6/05/20, 15:22 WIB Last Updated 2021-05-29T14:12:04Z

Kepala Ombusman Aceh, Dr Taqwaddin

NOA | Banda Aceh- Berdasarkan informasi dari berbagai media yang memberitakan tentang sapi kurus di UPTD Inseminasi Buatan dan Inkubator (IBI) Dinas Peternakan Aceh, Tim Ombudsman Aceh melakukan investigasi langsung ke lokasi pada Jumat (5/6/2020) ke Saree, Aceh Besar.

Berdasarkan hasil investigasi Ombudsman, didapatkan informasi bahwa sapi-sapi tersebut kurus karena kurang asupan makanan. Sehingga menjadi kurus, sakit, kurang gizi, dan sangat memprihatinkan.

"Berdasarkan informasi yang kami terima, sapi-sapi tersebut kurus karena kurang diberi makanan. Ini patut kita pertanyakan, kemana anggaran selama ini yang dianggarkan untuk pakan konsentrat dan pakan hijauan ternak tersebut" kata Kepala Ombusman Aceh, Dr Taqwaddin.

Dilanjutkan Tqwaddin, pihaknya berharap pemerintah menjelaskan kepada publik terkait manfaat dari pengadaan bibit yang selama ini menggelontarkan anggaran ratusan milyar, akan tetapi dampak dari program tersebut tidak dirasakan oleh publik. "Perlu diketahui bahwa, satu rupiah pun uang rakyat harus dipertanggungjawabkan" tegasnya.

Seharusnya, sambunya, setiap program itu berorientasi pada kemanfaatan baik bagi daerah dan publik. “Pada program pembibitan sapi ini apa dampak bagi masyarakat Aceh,” tanya Taqwaddin.

Menurut kepala Ombudsman, program tersebut sudah berjalan empat tahun, dari 2016 sampai 2020 sekarang. Semestinya setiap tahun di evaluasi apa capaian atau output nya. “Ini malah anggaran digelontorkan terus menerus untuk program yang tidak memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Taqwaddin.

Idealnya, kata Taqwaddin, dengan proyek pengadaan penggemukan sapi yang mencapai 700-an ekor pada tahun 2016 dan 2017 harga daging sapi di Aceh bisa turun. “Tapi faktanya, tidak juga,” paparnya.

Karena itu, Taqwaddin, dengan tegas meminta pemerintah Aceh khususnya DPRA untuk mengevaluasi setiap program dalam pembahasan anggaran nantinya. ”Kita berharap ini juga menjadi perhatian pihak yudikatif, baik Polda Aceh maupun Kejati Aceh untuk mengusut kejadian ini. Kemana uang pakan yang dianggarkan sehingga mengapa sampai ada puluhan sapi yang kurus kering penyakitan seperti itu,”pungkas Taqwaddin.


Sementara itu, Kepala UPTD IBI Saree, Zulfadli saat ditanya tim Ombudsman Aceh mengakui, sampai sekarang belum ada payung hukum tentang pemanfaatan sapi tersebut untuk menambah Penghasilan Asli Daerah (PAD). Sehingga sapi-sapi tersebut tidak dapat dimanfaatkan dan hanya dipelihara saja sejak pengadaannya pada tahun 2016 dan 2017.

"Saat ini kita belum ada payung hukum tentang pemanfaatan sapi hasil ternak tersebut, masih berorientasi pada bidang pendidikan saja. Sehingga sapi disini terkadang sudah mengalami sampai tiga kali penggemukan" kata Zulfadli.

Terkait sapi-sapi yang kurus, kata Zulfadli, dkarena kekurangan konsentrat dan bukan karena proses adaptasi.

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dilaporkan Sapi-Sapi Kurus Di UPTD IBI Sare, Ombudsman : Pihak Yudikatif Harus Mengusut Kejadian Tersebut

Terkini