Iklan

Dalam Memperingati Maulid, Ini Kata Walikota Banda Aceh

REDAKSI
10/23/20, 13:49 WIB Last Updated 2021-05-29T14:10:27Z

 

Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman


NOA | Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh menegaskan tidak ada larangan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di masa pandemi Covid-19. Namun, warga dihimbau tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya. Pasalnya, Banda Aceh saat ini dalam zona Orange COvid-19. 


“Saya imbau bahwa tidak ada yang melarang, atau pun menghentikan perayaan maulid Rasulullah SAW,” sebut Walikota Banda Aceh, Aminullah Usaman, Jum'at (23/10/2020).


Namun, lanjutnya, dalam perayaannya diharapkan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan. "Kita berharap pada akhir tahun ini, ibukota Provinsi Aceh ini bisa beraktivitas dengan normal jika sudah dikategorikan ke dalam zona hijau," kata Aminullah.


Pada kesempatan itu, Aminullah mengakui, pemerintah kota sangat prihatin akan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi jika tidak diwaspadai secara ketat. "Menjalankan prokes dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan keagamaan merupakan saran dan usulan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Banda Aceh,” kata Aminullah.


Ia mengungkapkan, kasus Covid 19 saat ini yang terbanyak di Aceh ada di Kota Banda Aceh. Setiap hari ada saja penambahan kasus positif walau diselingi dengan bertambahnya juga yang sembuh.


“Boleh saja beraktivitas, namun waspada tetap perlu. Tetap laksanakan prokes 4M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, hanya ini obat penangkalnya sampai saat ini,” tutur Aminullah.


Untuk itu, wali kota pun meminta masyarakat memaklumi kondisi saat ini di tengah wabah yang terjadi di negeri ini, bahkan yang sedang dihadapi seluruh dunia ini. Dalam perayaan maulid kali ini, Aminullah mengatakan akan berembuk kembali dengan Forkopimda Banda Aceh untuk berbicara mekanisme di lapangan.


“Dalam waktu cepat kita akan tentukan, bagaimana pun maulid tetap berjalan, tapi tetap waspada dan dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Aminullah.


Diakuinya, keputusan terkait konsep peringatan maulid di tengah kondisi pandemi nantinya akan dikeluarkan dalam bentuk imbauan oleh Forkopimda Banda Aceh dan akan diteruskan hingga ke gampong-gampong untuk dipedomani. 


Untuk diketahui, sebelumnya, dalam rapat Forkopimda Banda Aceh bersama Pemko pada Rabu, 21 Oktober 2020 lalu, di Balai Keurukon lingkungan Balai Kota, telah sepakat Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dirayakan namun diimbau untuk tidak mengumpulkan massa, guna mengantisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Banda Aceh.


Dalam rapat tersebut juga disarankan Maulid Nabi Muhammad SAW dirayakan di awal tahun 2021. Mengingat perayaan maulid di Aceh yang diperingati lebih dari 3 bulan, diperkirakan akhir maulid nanti (awal tahun 2021), dengan harapan besar Covid-19 telah berakhir.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Dalam Memperingati Maulid, Ini Kata Walikota Banda Aceh

Terkini