Iklan

Hampir Rampung, Syukur Warga Tumpah Di Jembatan Krueng Teukuh

REDAKSI
11/24/20, 15:00 WIB Last Updated 2020-11-24T08:31:34Z

 

Pemasangan kontruksi rangka baja pada Jembatan Krueng Teukuh hampir rampung dikerjaan

NOA | Abdya - Syukur warga terutama petani di kawasan Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) tumpah di jembatan Krueng Teukuh. Betapa tidak, jembatan yang sudah sekian tahun didambakan itu akan segera rampung.


Jembatan dengan anggaran bernilai Rp 13,09 miliar, sumber DOKA (Dana Otomi Khusus) APBA 2020 pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas PUPR Aceh sepanjang 60 meter itu saat ini sudah mencapai 86 persen pengerjaannya.


Salah seorang warga, Abdul Gani mengakui, dirinya bersama warga petani lainnya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada pemerintah yang sudah mewujudkan impian masyarakat setempat untuk membagun jembatan penghubung tersebut. 


"Kehadiran jembatan ini telah diimpikan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu, dan Alhamdulillah sekarang sudah terwujud,” ujar Gani.


Senada Gani, Ilham, salah seorang pekebun di kawasan itu menyebutkan, peran jembatan Krueng Teukuh tersebut sangat vital. Disamping menjadi penghubung, jembatan juga sebagai sarana petani dalam mengangkut hasil perkebunan.

 

"Jembatan ini akan menjadi urat nadi perekonomian masyarakat sekitar, bahkan masyarakat Abdya, karena kawasan ini merupakan kawasan perkebunan yang cukup luas keberadaannya," kata Ilham.


Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Abdya, Ir Much Tavip MM menyebutkan, kemajuan pembangunan jembatan dimaksud berjalan sesuai dengan harapan yakni telah mencapai 86 persen.


“Pengerjaannya menggunakan sistem cantilever untuk rangka pembebanan 40 meter telah selesai dan rangka jembatannya sudah terpasang sesuai harapan," kata ujar Much Tavip.


Disebutkanya, jembatan rangka baja yang telah dinanti-nantikan masyarakat ini dikerjakan oleh PT Multi Putra Inti dengan serapan anggaran mencapai Rp 12 miliar lebih bersumber dari Otsus APBA tahun 2020.


Pada kesempatan itu, Much Tavip berharapa, semoga pembangunan jembatan itu dapat terealisasi tepat waktu, sehingga bisa dimanfaatkan oleh para petani yang sudah lama merindukan jembatan tersebut.


“Besar harapan pengerjaannya sukses dan sesuai dengan harapan bersama serta nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang hilir mudik ke lokasi perkebunan,” pungkas Much Tavip.


Sebagaimana diketahui, jembatan tersebut sempat dilakukan pembatalan tender, akibat adanya pengalihan anggaran untuk Covid-19, atas desakan semua pihak, Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah kembali melanjutkan proses pembangunan jembatan tersebut.


Terlebih jembatan itu merupakan janji Nova Iriansyah kepada Bupati Abdya, Akmal Ibrahim SH yang melakukan kunjungan pada malam hari bersama Anggota DPR-RI Teuku Riefky Harsya pada 18 Desember 2018 lalu.


Jembatan sepanjang 60 meter itu, akan menghubungkan kawasan Drien Leukit, Kecamatan Kuala Batee menuju Kecamatan Babahrot melalui jalan lebar 30 meter.


Sebanarnya, pembangunan Jembatan Krueng Teukuh, Desa Lama Tuha, Kecamatan Kuala Batee, Abdya itu sudah pernah dilakukan pengerjaannya pada tahun 2016, menggunakan anggaran APBK sekitar Rp 7,2 miliar.


Sayangnya, saat pemasangan jembatan rangka baja sudah mencapai 50 meter (dari total panjang 60 meter), jembatan tersebut ambruk, akibat air hujan yang membawa potongan kayu, dan pohon sawit kemudian menghantam tiang penyanggah rangka baja tersebut.


Tidak diketahui pasti, tiang penyanggah dari pohon kelapa itu, dengan mudah roboh, sehingga rangka baja itu ambruk ke dasar sungai, dan hingga saat ini rangka baja itu tidak berhasil diangkat, dan kini rangka baja itu menjadi mubazir.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Hampir Rampung, Syukur Warga Tumpah Di Jembatan Krueng Teukuh

Terkini