Iklan

Pembangunan Tebing Krueng Susoh, Pengguna Jalan Nasional Keluhkan Debu

REDAKSI
11/02/20, 17:26 WIB Last Updated 2020-11-02T10:29:47Z

 

Warga terpaksa menyiram sendiri badan ajalan yang berdebu

NOA | Abdya - Kondisi ruas jalan Nasional di Gampong Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) terlihat benar-benar dikeluhkan pengguna jalan. Pasalnya, material tanah urug, serpihan batu dan tanah yang terbawa ban truk berceceran mewarnai sepanjang jalan tersebut.


Akibatnya, jalan nasional yang dilewati truk menjadi berdebu sehingga mengganggu pengendara lain. Bahkan ceceran tanah dapat berubah menjadi lumpur sebab diguyur hujan deras, menambah kesan jorok di jalanan Susoh. 


Praktis hampir tiap hari warga yang tinggal maupun yang lalu lalang di sepanjang jalur tersebut jika cuaca panas akan menikmati polusi debu yang disebabkan oleh tanah dan serpihan baru yang terbawa oleh truk-truk pengangkut batu gajah untuk proyek pembangunan tanggul Krueng  senilai Rp 7,94 miliar tersebut.


Sebaliknya, saat hujan, material tanah itu akan menjadi lumpur dan membuat kontur jalan menjadi licin. Tak ayal, kondisi ini kerab membahayakan pengguna jalan yang mendapat sorotan dan dikeluhkan oleh warga.


Nasrullah warga setempat menilai, rekanan yang mengerjakan proyek itu seperti mengabaikan UU Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja. "Tak hanya itu, pihak perusahaan juga mengabaikan Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 7 Tahun 1964 Tentang Syarat Kesehatan, Kebersihan Serta Penerangan Dalam Tempat Kerja," katanya. Senin (2/11/2020).


Dijelaskannya, UU Nomor 1 tahun 1970 Tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (hukum keselamatan kerja) meletakkan prinsip dasar pelaksanaan keselamatan kerja tidak hanya bagi sipekerja, tapi linkungan dan sekitar.


"Jika kita melihat kondisi yang ada sekerang ini, dapat kita duga rekanan hanya mementingkan capaian terget pengerjaannya saja, tanpa melihat sisa lain di seputaran lokasi proyek," tutur Nasrullah.


Senada Nasrullah, Annisa salah seorang pengguna jalan warga Kecamatan Blangpidie yang saban hari melintasi jalan tersebut menuju ketempat kerjanya mengaku, sangat resah dengan kondisi tersebut. 


"Belum lagi jika kita berpapasan ataupun beringan dengan mobil truk itu, sangat mengerikan, banyak truk pengangkut batu gajah itu hanya menggunakan terpal plastik untuk menutupi angkutannya," kata Annisa.


Sebagai warga biasa, lanjutnya, dirinya meminta dinas terkait untuk memperhatikan aktivitas pengangkutan batu gajah yang dinilai tidak sesuai SOP. "Jangan dibiarkan seperti ini, ini sangat berbahaya. Kalau batu gajah itu terjatuh bisa mencelakai penggendara di belakangnya," singkat Annisa.


Selain Annisa, Abu Bakar juga mengutarakan kekuatirannya terhadap aktivitas proyek tersebut. Ia meminta kepada pemilik proyek tersebut agar membuat rambu-rambu dan menempatkan petugas untuk mengatur keluar masuk truk. "Kita juga sering melihat truk sebelum masuk ke lokasi kerja terlebih dahulu melawan arus, ini kan sangat berbahaya, apalagi disaat jam-jam sibuk," singkatnya.


Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Abdya, Amiruddin yang dimintai tanggapannya atas keluhan warga tersebut berjanji segera menegur pihak rekanan pembangunan pengaman tebing Krueng Susoh tersebut. "Kami akan tegur rekanan, mobil pengangkut batu gajah harus pakai tutup belakang," singkatnya.(RED).


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pembangunan Tebing Krueng Susoh, Pengguna Jalan Nasional Keluhkan Debu

Terkini