Iklan

IMM Abdya Pertanyakan Kejelasan Pencairan Beasiswa

REDAKSI
2/23/21, 16:28 WIB Last Updated 2021-05-29T13:59:03Z

 


Ketua PC IMM Abdya, Abdul Janan

NOA | Abdya - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Aceh Barat Daya (Abdya) mempertanyakan kejelasan terkait percairan beasiswa yang hingga saat ini belum terealisasi. Sementara, pendaftaran seleksi penerimaan beasiswa untuk mahasiswa tersebut berlangsung sejak November 2020 lalu.

 

“Kita prihatin terkait belum dicairkannya beasiswa dimaksud. Sementara, tidak sedikit mahasiswa Abdya yang mengharapkan pencairan beasiswa itu untuk keperluan kebutuhan kuliah, terlebih dalam masa pandemi Covid-19 ini,” kata Ketua PC IMM Abdya, Ketua PC IMM Abdya, Abdul Janan. Selasa (23/2/2021).

 

Menurutnya, jika beasiswa prestasi dan kurang mampu itu segera dicairkan, tentu dapat membantu mahasiswa. “Namun sayangnya hal itu belum terealisasi, sehingga membuat para mahasiswa calon penerima bertanya-tanya,” kata Abudl Janan.

 

Ditambahkan, sebelumnya Pemkab Abdya telah berkomitmen untuk menyalurkan beasiswa berprestasi dan kurang mampu untuk mahasiswa setempat pada awal tahun 2021. Bahkan pada 1 Februari 2021 lalu, pihaknya telah beraudiensi dengan Sekda Abdya, Drs Thamrin terkait pencairan beasiswa dimaksud.

 

“Namun dalam kesempatan itu, Sekda memberikan jawaban bahwa proses pencairan beasiswa itu sedang diverifikasi. Dimana kesulitan dan kendala yang dialami tim yakni pada proses verifikasi faktual penerima beasiswa kurang mampu,” terang Abdul Janan.

 

Kata Sekda, lanjut Abdul Janan, semua berkas beasiswa sudah masuk dan saat ini sedang diverifikasi, yang sulit dan terkendala adalah verifikasi faktual penerima beasiswa kurang mampu. “Jawaban Sekda pun tetap dengan alasan yang sama masih dalam tahap verifikasi berkas, mungkin alasan itu tidak asing lagi di telinga mahasiswa Abdya,” katanya.

 

Lebih tegas, IMM Abdya menilai Pemkab Abdya sejauh ini belum memiliki target terkait kapan realisasi pencairan beasiswa itu. Sehingga banyak mahasiswa yang mempertanyakan kejelasan pencairan dana bantuan untuk mahasiswa itu.

 

“Kalau pun terjadi penundaan pencairan, paling tidak Pemkab setempat memberikan informasi, agar calon penerima beasiswa tidak berasumsi yang bukan-bukan,” sebut Abdul Janan.

 

“Harusnya berikan informasi jika terjadi kendala atau pun penundaan realisasi, agar kami paham dengan kondisi yang terjadi,” tuturnya lagi.

 

Seperti diketahui, berdasarkan surat yang ditanda tangani Sekretaris Daerah (Sekda) Abdya Drs Thamrin, nomor 422.5/1311/2020, tertanggal 12 November 2020, beasiswa ini bersumber dari dana APBK tahun 2020 dengan jumlah anggaran sebesar Rp. 1 miliar.

 

Bagi mahasiswa yang berkeinginan memperoleh beasiswa prestasi tersebut salah satu syaratnya harus memiliki indek prestasi (IP) minimum IP 3,50 dan untuk beasiswa mahasiswa kurang mampu atau miskin IP minimumnya 2,50.

 

Penerimaan beasiswa mahasiswa ini nantinya akan disesuaikan berdasarkan perangkingan dan sesuai dengan ketersediaan anggaran.

 

Para mahasiswa dari jenjang strata satu (S 1) dan diploma tiga (D 3), sejak dibukanya program beasiswa untuk mahasiswa beprestasi dan miskin oleh Pemkab setempat terlihat antusias mendaftarkan program bantuan pendidikan dimaksud.

 

Hal itu dibuktikan dengan kehadiran mahasiswa saat mengantar berkas pendaftaran di loket yang berlokasi di halaman belakang kantor bupati.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • IMM Abdya Pertanyakan Kejelasan Pencairan Beasiswa

Terkini