Iklan

Investasi UEA di Pulau Banyak Batal, Begini Respon Bupati Aceh Singkil

REDAKSI
2/04/21, 11:42 WIB Last Updated 2021-05-29T14:10:01Z
Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid


NOA | Aceh Singkil - Penanaman modal (Investasi) Uni Emirat Arab (UEA) di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil dikabarkan batal, sehingga mengundang kekecewaan Masyarakat setempat.


Padahal Kepulauan Banyak direkomendasikan menjadi daerah penyangga wisata Danau Toba, Sumatera Utara.


Selain warga, pembatalan itu juga mengundang rasa kekecewaan pemimpin daerah Sekata Sepekat Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid. Sebab, dengan masuknya investasi, perekonomian daerah akan meningkat.


"Infrastruktur sebenarnya tidak menjadi alasan dibatalkannya investasi tersebut. Mereka menghitung jarak tempuh menuju Pulau Banyak terlalu jauh," ujar Dulmusrid, kepada wartawan, Kamis (4/2/2021).


Menurut Dulmusrid perhitungan pengamat mereka salah rute, sehingga menjadi sangat jauh. Hitungan rute mereka lebih jauh 8 jam. Jakarta-Banda Aceh jalur udara selama 3 jam. Kemudian Banda Aceh-Singkil jalur darat 13 jam. 


"Jadi mereka berkesimpulan gagalnya investasi di Pulau Banyak belum cukup matang pembangunan infrastruktur," ucap Dulmusrid.


Terkait rute itu, Dulmusrid dengan tegas mengatakan menolak rute tersebut. Pernolakan tersebut, katanya, sudah disampaikan ke Menko Maritim. "Penolakan rurte itu sudah kita sampaikan ke Menko Maritim melalui pesan WhatsAp dan surat menyusul. Bahwa rute lintasan kajian mereka salah dan perlu dikaji kembali pembatalan tersebut," ucapnya.


Dijelaskannya, masih ada rute terdekat menuju Aceh Singkil via Medan Sumatera Utara. Hitungannya, Jakarta-Medan jalur udara 2 jam, kemudian Medan-Aceh Singkil 7 jam. "Atau Jakarta-Silangit 2 jam dan Silangit-Singkil 4 jam. Atau bisa melalui Bandara Pinang Sori Sibolga jarak tempuh yang sama," rinci Dulmursid.


Untuk sarana udara, lanjutnya, Aceh Singkil memiliki Bandar Udara Syekh Hamzah Fansuri, dengan   runway sepanjang 1.250 meter, sudah bisa masuk kapasitas pesawat besar dan sedang dalam revitalisasi oleh Kementerian Perhubungan. "Bandara kita sedang tahap perluasan, ditargetkan 2022 bisa selesai," sebut Dulmursid.


Lebih lanjut Dulmursid mengatakan, untuk jarak tempuh melalui Bandar Udara Aceh Singkil akan lebih dekat. Melalui Bandara SIM-Aceh Singkil hanya sekitar 1,5 jam. Dan via Bandara KNIA Medan-Singkil hanya 40 menit. "Dan ditambah jarak tempuh penyeberangan ke Pulau Banyak hanya 45 menit dari daratan Singkil," katanya.


Mudah-mudahan, lanjutnya, masih ada peluang, sebab Pulau Banyak dicanangkan akan masuk ke zonasi khusus Pemerintah Pusat sebagai destinasi wisata super prioritas penyanggah Danau Toba. "Dan ini bisa dikeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) nya," tambah Dulmursid. 


Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar menyatakan, Kabupaten Aceh Singkil akan menjadi lokasi  penyangga destinasi wisata super prioritas Danau Toba.


Sehingga dengan adanya rencana  investasi UEA di Pulau Banyak tersebut, menjadi angin segar bagi masyarakat, dan pendukung pengembangan Aceh Singkil sebagai destinasi wisata super prioritas.


Sayangnya, pihak UEA membatalkan rencana penanaman modalnya tersebut setelah beberapa kali turun meninjau lokasi Pulau Banyak, dengan alasan infrastruktur yang belum memadai.


Informasi pembatalan tersebut, sebelumnya disampaikan Duta Besar RI Abu Dhabi dan  Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika kepada Pemerintah Aceh yang dilayangkan melalui suratnya, pada 18 dan 19 Januari 2021 lalu.


Sementara rencana investasi tersebut akan dialihkan ke Pulau Sabang yang bisa diakses melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (IM).(RED/Khai).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Investasi UEA di Pulau Banyak Batal, Begini Respon Bupati Aceh Singkil

Terkini