Iklan

Komisi B DPRK Simeulue Tinjau Cold Storage TPI Lugu

REDAKSI
2/17/21, 17:46 WIB Last Updated 2021-02-17T10:46:14Z

 


Noa | Simeulue - Komisi B DPRK Simeulue yang di ketuai Jul Akmal juga di dampingi wakil ketua komisi B Rita Diana serta Hj. Mirati Selaku anggota DPRK Komisi A mengunjungi lokasi TPI dan cold storage di Desa Lugu, Rabu (17/02/2021).

Informasi yang di terima Noa.com, dalam kunjungan itu ketua komisi B DPRK Simeulue Jul Akmal mengatakan bahwa kami dari Komisi B mengagendakan untuk berkunjung atau memantau di lokasi TPI tersebut, pembangunan TPI dan cold storage merupakan bagian untuk menunjang sektor perikanan.

fasilitas TPI dan cold storage itu dikelola oleh  PT.Mahdani dan Perum Perindo. Dengan berjalannya sektor perikanan ini bisa memanjukan atau membantu para nelayan kita di Kabupaten Simeulue.

Komisi B mengharapkan kepada PT.Mahdani dan Perum Perindo untuk bisa memberikan akses seluas-luasnya kepada para nelayan untuk menerima (membeli) hasil tangkapan ikan para nelayan di Kabupaten Simeulue.

Tak hanya itu, Wakil Ketua Komisi B DPRK Simeulue Rita Diana juga mengatakan kehadiran TPI dan Cold Storage diharapkan dapat menunjang kesejahteraan nelayan setempat, dimana ketika musim panen ikan dan hasil tangkapan ikan melimpah ruah harga ikan drastis merosot.

Dengan kehadiran cold storage akan menjadi salah satu peluang yang sangat luar bisa untuk meningkatkan ekonomi para nelayan kita dan dalam upaya peningkatan pendapatan Asli daerah (PAD) Kabupaten Simeulue.
Rita diana menambahkan agar dalam penerimaan tenaga kerja mengutamakan putra daerah Kabupaten Simeulue.

Dalam kesempatan itu, Hj. Mirati juga selaku anggota Komisi A menyampaikan dengan aktifnya segi perikanan ini bisa membuka peluang bahkan bisa membantu para nelayan kita untuk Lebih banyak menghasilkan ikan yang berlimpah, sehingga bisa meningkatkan pertumbuhan Ekonomi nelayan khususnya masyarakat Kabupaten Simeulue.

Kita harapkan semoga pihak yang pengelola TPI dan cold storage bisa membantu nelayan kita dalam hal menerima (membeli) hasil tangkapan para nelayan.

Informasi diperoleh saat ini Perum Perindo membutuhkan 5 ton ikan per hari, saat ini baru terpenuhi 1 ton per harinya belum mencukupi seperti apa yang diharapkan.

Dalam kunjungan tersebut dihadiri kepala Dinas Perikanan, Sekretaris Dinas Perikanan, Kabid pendapat BPKD dan direktur Perum Perindo serta unsur lainnya.[FIR]
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Komisi B DPRK Simeulue Tinjau Cold Storage TPI Lugu

Terkini