Iklan

Buka Muswil IGI ke-II, Alhudri Bacakan Amanat Gubernur Aceh

REDAKSI
3/20/21, 23:29 WIB Last Updated 2021-03-20T16:31:17Z

Dok. Ist

NOA | Bireuen - Musyawarah Wilayah (Muswil) tingkat Provinsi Aceh ke-II berlangsung di Kabupaten Bireuen tepatnya di Aula Setdakab lama, Sabtu (20 Maret 2021).


Gubernur Aceh Ir. Nova Iriansyah, MT, dalam amanat yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs. Alhudri, MM., mengapresiasi atas kepedulian peserta Muswil terhadap pemberdayaan SDM Bidang Pendidikan di Aceh. Ia berharap, semoga sumbangan pemikiran dan kontribusi nyata dari seluruh pengurus dan anggota IGI Aceh sekalian selama ini dapat lebih mempercepat tercapainya tujuan pembangunan pendidikan di daerah.


"Saya yakin, keberadaan IGI Wilayah Aceh telah banyak memberi kontribusi dalam pembangunan Pendidikan Aceh, terutama dalam meningkatkan kompetensi anggotanya, yang pada akhirnya kita harapkan akan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh sebagaimana tujuan utama didirikan organisasi ini," kata Gubernur Aceh.


Dikatakannya, sebagai pelaku utama di Bidang Pendidikan, maka ide dan gagasan segar dari IGI sangat diharapkan agar kelak mutu generasi muda kita ke depan akan semakin baik, hingga mampu duduk sama rendah serta berdiri sama tinggi dengan generasi muda lainnya baik tingkat Nasional, Regional maupun Internasional.


"Pendidikan merupakan urat nadi pembangunan bangsa, sehingga tidaklah berlebihan apabila dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 pun salah satu tujuan dibentuknya Negara ini adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa agar bangsa kita dapat menjadi bangsa yang mandiri, berdaulat dan bermartabat," imbuhnya.


Pemerintah dalam hal ini adalah Pemerintah Aceh selalu memberi perhatian yang besar terhadap pembangunan di bidang Pendidikan. Keberpihakan terhadap pembangunan pendidikan salah satunya tercermin dari kewajiban mengalokasikan dana bagi sektor pendidikan minimal 20 persen baik dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), begitu pula dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) sebagaimana diamanahkan pada Pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Dasar 1945.


"Menindaklanjuti amanah peraturan perundangundangan tersebut, Pemerintah Aceh setiap tahunnya juga mengalokasikan anggaran pendidikan tidak kurang dari 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh baik yang diperuntukkan untuk program dan kegiatan di Dinas Pendidikan Aceh, Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Majelis Pendidikan Aceh dan yang dialokasikan dalam bentuk beasiswa dan dana transfer melalui Badan Pengelolaan Keuangan Aceh," tambah Nova Iriansyah.


Hal tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Aceh terhadap pentingnya pembangunan sektor pendidikan untuk membangun Aceh pada masa kini dan masa depan. Terlebih lagi komitmen ini telah dituangkan dalam Visi dan Misi Pemerintah Aceh dan dilaksanakan melalui Program Unggulan “Aceh Carong”. Program Unggulan ini bertujuan menjadikan anak-anak Aceh yang cerdas, mampu bersaing dan siap menghadapi dunia kerja serta mampu mengukir prestasi di tingkat nasional, regional dan global melalui pendidikan yang berkualitas.


Kalau kita cermati secara detail, bahwa Visi, Misi dan Tujuan didirikan organisasi Ikatan Guru Indonesia Ini juga sangat sejalan, sinergi dan seiring dengan Visi & Misi Pemerintah Aceh melalui Program Unggulan Aceh Carong tersebut. Sehingga tidaklah berlebihan apabila terwujudnya kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan Ikatan Guru Indonesia ini akan mampu mempercepat tercapainya tujuan
pembangunan pendidikan di Aceh, yang hari ini kita masih menghadapi berbagai kendala dan tantangan terlebih lagi di era Pandemi COVID-19 yang masih melanda dunia.


Melalui motto “Sharing and Growing Together" saya yakin Ikatan Guru Indonesia akan menjadi komunitas yang tepat bagi siapa saja yang concern pada pentingnya memajukan dunia pendidikan di tanah air.


Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami sangat mengharapkan agar Organisasi ini akan dapat secara bersama-sama dengan pemerintah untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pendidik kita yang akhirnya akan mampu berkontribusi secara nyata terutama untuk menghadapi tantangan, hambatan dan masalah yang sangat kompleks di dunia pendidikan saat ini.


Sehubungan dengan hal tersebut, dalam kesempatan ini saya menghimbau kepada kita semua untuk dapat memainkan peran sesuai dengan kewenangan masing masing, agar kendala-kendala yang kita hadapi terutama di Sektor pendidikan dapat kita selesaikan satu persatu. Kita harapkan, Aceh akan mampu melahirkan generasi muda yang cakap, religius, kreatif, inovatif, pekerja keras, berdaya saing tinggi, serta memiliki karakter ke-Aceh-an yang kental.


Marilah kita manfaatkan momentum Muswil IGI yang Ke-2 ini secara maksimal untuk menyongsong periode pengurusan berikutnya yang dapat bekerja lebih baik dengan prinsip sebagaimana saya sampaikan tadi yaitu “Sharing and Growing Together”.


Akhirnya, Gubernur melaui Kadis Pendidikan Aceh berpesan kepada keluarga besar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Wilayah Aceh mengucapkan selamat melaksanakan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) yang Ke-2, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan perlindungan-Nya kepada kita semua. (RED)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Buka Muswil IGI ke-II, Alhudri Bacakan Amanat Gubernur Aceh

Terkini