Iklan

Di Abdya, Safaruddin: Saya Kuatir Kalau Kepala Sekolah Hanya Kejar Kegiatan Fisik

REDAKSI
4/01/21, 16:30 WIB Last Updated 2021-04-03T02:44:37Z

 

Wakil ketua DPRA, Safaruddin saat berdialog dengan kepala SMA/SMK se-Abdya 

NOA l Abdya - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Safaruddin melakukan silahturami sekaligus berdialog dengan kepala sekolah SMA/SMK se-Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di Aula Cabang Dinas Pendidikan Aceh komplek Perkantoran Jalan Bukti Hijau Abdya. Kamis (1/4/2021).



Dalam dialog dalam rangka Reses I Tahun 2021 yang dilakukan di Daerah Pemilihannya di Dapil IX tersebut juga dihadiri Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Abdya, Syarbaini dan juga pengawas sekolah itu, Safaruddin mengakui, dirinya khawatir kalau kepala sekolah hanya mengejar pembangunan infrastruktur fisik saja.



"Saat ini, yang dikejar hanya pembangunan infrastruktur fisik. Saya khawatir, kalau kepala sekolah hanya mengejar fisik maka akan terjadi commitment fee. Kalau kepala sekolah seperti ini, maka sama saja seperti kontraktor,” kata Safaruddin.



Untuk itu, Safaruddin berharap, para pemangku kepentingan khususnya kepala sekolah menengah atas yang merupakan kewenangan provinsi, melakukan perubahan tata kelola pemerintahan untuk pendidikan, untuk mengubah wajah pendidikan di Aceh.



“Boleh apa saja kita masukkah program atau alokasikan APBA ke sekolah-sekolah, tapi dengan catatan itu hanya untuk mempercepat kemajuan dunia pendidikan di tingkat SMA,” sebut Safaruddin.



Lebih lanjut, Safaruddin juga menilai lemahnya pendidikan di Aceh dikarenakan lemahnya tenaga pendidik. 



“Kelemahan kita dalam wajah pendidikan itu dinilai kenapa tidak mampu mendorong pendidikan untuk membaik faktor dari tenaga pengajarnya," kata Safaruddin.



Lebih tegas, Safaruddin menjelaskan, tenaga pengajar menjadi tolak ukur dari maju tidaknya generasi yang dipersiapkan.



"Kepala sekolah meski memiliki manajemen yang baik, namun jika tidak didukung dengan tenaga pengajar yang sesuai dengan bidang dan keahliannya, maka hal tersebut akan memperlambat laju dari pengembangan pedidikan di Aceh," terang Safaruddin.



Persoalan itu, kata Safaruddin, harus dievaluasi segera oleh Dinas Pendidikan Aceh bersama para kepala sekolah, dengan harapan agar persoalan pendidikan di Aceh dapat tertangani dengan baik.



“Pergantian kepala dinas itu juga menjadi kendala. Kalau dunia pendidikan orientasinya sudah ada pragmatisme politik, maka tunggulah kehancuran dunia pendidikan itu," tegas Safaruddin.



Selain itu, Safaruddin juga menambahkan, manajemen di sekolah dalam hal memberikan kemajuan bagi peserta didik untuk bisa mendapatkan prestasi, harus didukung dengan infrastruktur fasilitas-fasilitas penunjuang pendidikan.



Pada kesempatan itu, Safaruddin menegaskan, dirinya konsen dalam hal dunia pendidikan, disamping jabatan yang diamanahkan adalah membidangi pendidikan.



“Untuk itu, saya akan fokus untuk mengawasi persoalan-persoalan pendidikan Aceh. Saya juga berharap, para kepala sekolah memberikan gambaran ke saya mana sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga pengajarnya, sehingga nanti bisa dilakukan advokasi untuk penambahan tenaga pengajar ke sana,” tuntas Safaruddin.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Di Abdya, Safaruddin: Saya Kuatir Kalau Kepala Sekolah Hanya Kejar Kegiatan Fisik

Terkini