Iklan

Mahasiswa Konser saat Ramadhan, Sulthan Alfaraby: Kampus Harus Tanggung Jawab

REDAKSI
4/22/21, 11:00 WIB Last Updated 2021-04-23T10:51:01Z

 

Sulthan Alfaraby


NOA l Banda Aceh - Puluhan muda mudi menjadi sorotan masyarakat Aceh di media sosial pasca beredarnya video sekelompok orang yang berjoget ria saat live music di salah satu Cafe di kawasan Peunayong, Kota Banda Aceh, Rabu (21/4/2021) malam.



Mereka juga dikabarkan telah mengabaikan Protokol Kesehatan (Protkes) Covid-19 dan terlihat bersemangat.


Kegiatan ini diketahui merupakan Konser Amal untuk korban bencana Nusa Tenggara Timur (NTT) yang diselenggarakan oleh perkumpulan mahasiswa dari salah satu universitas di Banda Aceh.



Selain menyebabkan keramaian di tengah meningkatnya kasus Covid-19, acara tersebut juga dianggap tidak menghargai bulan suci Ramadan. Menurut pemberitaan, aksi itu dilakukan saat tadarus Alquran sedang berlangsung di masjid sekitar.



Bahkan, berbagai kalangan ikut menilai kegiatan tersebut tidaklah layak dilakukan oleh mahasiswa di wilayah yang mempunyai aturan syariat Islam.



Salah satunya adalah Sulthan Alfaraby, menilai bahwa aksi itu sangat memalukan. Bahkan menurutnya identitas mahasiswa Aceh hampir lenyap.



"Saya menilai aksi ini sungguh memalukan identitas mahasiswa Aceh. Harusnya, mahasiswa ikut menjadi agent of control di tengah masyarakat, bukan malah menjadi 'agen kerusuhan', apalagi di tengah pandemi sekaligus bulan suci Ramadhan. Identitas dan marwah mahasiswa Aceh bisa-bisa akan lenyap jika ini terulang lagi," ujar Sulthan Alfaraby, Kamis (22/04/2021).



Selain itu, dia juga menambahkan bahwa membantu orang yang terkena musibah bisa dilakukan dengan beragam cara dan tidak menimbulkan risiko besar di tengah bulan suci Ramadhan, seperti saat konser ini.




"8 tahun lalu, saya adalah seorang yang bergerak di bidang musik. Kami juga galang dana untuk korban bencana. Tapi saat Ramadhan, kami tidak buat konser, melainkan menyewakan alat-alat musik, turun ke jalan dan masih banyak lagi. Orang senang lihat kita membantu, kita juga senang lihat orang lain yang menghargai usaha kita. Mahasiswa harus banyak ide kreatif dan membaca kondisi," terang Sulthan Alfaraby.



Terakhir, penulis buku ini juga meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh dan pihak kepolisian agar menuntaskan kasus ini. 



"Pihak kampus harus ikut bertanggung jawab karena acara ini harusnya diketahui dan bisa dipertanggung jawabkan oleh mereka, Pemko Banda Aceh dan kepolisian harus menuntaskan kasus ini agar tak menjadi 'penyakit' ke depan," tegas Sulthan Alfaraby.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Mahasiswa Konser saat Ramadhan, Sulthan Alfaraby: Kampus Harus Tanggung Jawab

Terkini