Iklan

Ke Aceh, Sandiaga Salahuddin Uno Bahas Tindak Lanjut Investasi UEA

REDAKSI
5/01/21, 16:00 WIB Last Updated 2021-05-29T13:59:03Z

 

Sandiaga Uno menerima cinderamata saat berkunjung ke Sabang


NOA | BANDA ACEH - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan koordinasi bersama Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, untuk membahas tindak lanjut rencana investasi Uni Emirat Arab di Aceh.

 

Untuk membahas investasi dengan nilai sekitar 500 juta dolar AS atau sekitar Rp7 triliun khusus sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) itu, Sandiaga Uno melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), Sabtu (1/5/2021).

 

Menparekraf mengawalinya dengan bertemu Gubernur Aceh, Nova Iriansyah di Pendopo Gubernur Aceh, Banda Aceh. Dalam pertemuan itu, Menparekraf dan Gubernur Nova Iriansyah membahas sejumlah hal terkait pengembangan sektor parekraf di Aceh, termasuk rencana investasi UEA beserta tahapan-tahapan sebelum rencana ini terealisasi.

 

"Tadi kita secara rinci membahas tahapan-tahapan dan rencana-rencana kesiapan kita atas rencana investasi dari Uni Emirat Arab di sektor pariwisata," kata Menparekraf Sandiaga Uno.

 

Sebelumnya, perusahaan asal UEA, Murban Energy Ltd, telah menyatakan komitmennya untuk melakukan investasi di Aceh. Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent antara Pemerintah Aceh dengan Murban Energy di sela-sela kegiatan forum bisnis "Indonesia-Emirates Amazing Week (IEAW) 2021" Maret 2021 lalu.

 

Sebagaimana diketahui, pengembangan kawasan wisata dengan menggandeng investor dari Uni Emirat Arab (UEA) itu rencananya akan dipusatkan di Kepulauan Banyak, Kabupaten Aceh Singkil.

 

"Setelah ini akan kita lakukan rapat lanjutan dengan kementerian dan lembaga terkait," ujar Sandiaga.

 

Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan provinsi yang dikenal dengan sebutan "Tanah Rencong" itu memiliki potensi wisata dan ekonomi kreatif yang kaya. Sehingga patut dikembangkan agar potensi ini dikenal luas oleh wisatawan nusantara dan mancanegara.

 

"Aceh ini punya beberapa produk kreatif unggulan seperti batik dan juga Kopi. Ini akan kita pasarkan dengan taraf dunia untuk membangkitkan dan memulihkan ekonomi serta membuka peluang kerja," jelas Sandiaga Uno.

 

Sandiaga juga mengungkapkan pihaknya akan mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Aceh dengan bingkai penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

 

"Tujuannya untuk meningkatkan kepercayaan wisatawan khususnya wisatawan nusantara untuk berkunjung dengan panduan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin," ungkap Sandiaga.

 

Sementara itu, Gubernur Aceh Nova Iriansyah menjelaskan pihaknya mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan dalam rangka merealisasikan rencana investasi dari Uni Emirat Arab.

 

"Seperti misalnya hibah lahan milik pemprov dihibahkan ke pemerintah pusat dan juga perizinan yang jadi kewenangan kita ini sudah kita lakukan," jelas Nova.

 

Dengan adanya investasi ini, Nova berharap akan lebih banyak lagi investasi dari negara sahabat lain yang masuk ke Aceh. "Sebenarnya dari UAE itu sudah masuk (investasi) Mubadala Oil and Gas di Blok Andaman, mudah-mudahan pariwisata yang berikutnya," ujarnya.

 

Dalam kunjungan ini, Menparekraf Sandiaga didampingi oleh Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo; Ketua Bidang Promosi dan Humas Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Nur Asia Uno; dan Anggota Komisi X DPR RI, Illiza Sa'aduddin Djamal.

 

Usai bertemu dengan Gubernur Aceh, Menparekraf Sandiaga dan Rombongan melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk menyeberang ke Kota Sabang.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ke Aceh, Sandiaga Salahuddin Uno Bahas Tindak Lanjut Investasi UEA

Terkini