Iklan

Rapat Dengan Kemendagri, Ramli MS: Akan Menyurati Camat dan Keuchik Untuk Menghidupkan Kembali Posko Covid-19

REDAKSI
5/03/21, 14:50 WIB Last Updated 2021-05-29T13:59:03Z

Bupati Aceh Barat H. Ramli MS ikuti rapat koordinasi dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid 19 di daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)

 

NOA | Meulaboh - Bupati Aceh Barat H. Ramli MS ikuti rapat koordinasi dalam rangka penegakan disiplin protokol kesehatan dan penanganan Covid 19 di daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang dilaksanakan secara virtual di ruang rapat Bupati Aceh Barat, Senin (03-05-2021).

 

Rapat Koordinasi Covid 19 ini diikuti oleh Asisten I Setdakab Bidang Pemerintahan dan Keistimewaan Aceh, Kepala Dinas Kesehatan,  Kepala dinas Perhubungan, Kepala Kantor Kemenag Aceh Barat, serta unsur Forkopimda Kabupaten Aceh Barat bersama dengan Gubernur serta Bupati/walikota di seluruh Indonesia.

 

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu Presiden Republik Indonesia telah menekankan mengenai pengetatan penerapan protokol kesehatan kepada seluruh wilayah di Indonesia terutama di daerah yang memiliki kasus aktif tinggi.

 

“Ini bercermin dari India yang saat ini tengah mengalami tsunami kasus aktif serta melonjaknya tingkat kematian Covid 19 per harinya,” ungkap Tito.

 

Lebih lanjut, Tito menjelaskan bahwa lonjakan kasus aktif di India ini disebabkan karena adanya kelonggaran dan kelengahan dalam menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan masyarakat seperti pelaksanaan kegiatan keagamaan, politik, olahraga serta adanya mutasi dari varian Covid 19 itu sendiri.

 

“Oleh sebab itu, seluruh stakeholder harus meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi meledaknya kembali kasus aktif Covid 19 di Indonesia. Kita jangan sampai lengah, saat ini telah terjadi peningkatan kasus aktif di daerah menjelang libur hari raya idul fitri tahun ini, hal ini disebabkan banyak terjadi kerumunan dan kelonggaran terhadap penerapan protokol kesehatan dalam melaksanakan kegiatan keagamaan maupun kegiatan perekonomian masyarakat,” jelas Tito.

 

Lebih lanjut, Tito meminta kepada Kepala daerah agar tidak lengah dalam menekan kasus Covid 19 ini, apalagi selama masa mudik dan libur idul fitri tahun ini. Dari pengalaman tahun lalu telah terjadi peningkatan kasus aktif selama libur panjang yang membuat rumah sakit penuh sehingga tidak dapat menampung lagi pasien Covid 19.

 

“Kepala daerah harus satu narasi dengan pemerintah pusat terkait dengan larangan mudik sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Kunci penanganan covid 19 ini adalah sinergitas serta koordinasi yang baik dari semua stakeholder mulai dari daerah sampai ke pemerintah pusat,” ujar Tito.

 

Lebih lanjut, Tito meminta kepada Kepala daerah untuk terus mengawasi angka serta perkembangan kasus aktif di daerahnya. Apabila angka kasus aktif meningkat maka harus segera diambil langkah pengereman dalam bentuk kebijakan publik yang dapat membatasi segala pergerakan masyarakat pintanya

 

“Segala kebijakan jangan hanya di atas kertas semata, tapi pelaksanaan di lapangan memang harus dilaksanakan dengan benar dan tegas,” ujar Tito.

 

Sementara itu, Bupati Aceh Barat, H. Ramli MS menyampaikan bahwa akan menyurati camat dan geuchik untuk menghidupkan kembali posko covid 19 di tingkat kecamatan dan desa. “Kita harus meningkatkan kembali kewaspadaan dalam menangani Covid 19 di Kabupaten Aceh Barat ini,” ujarnya.

 

Ditegaskan Ramli, jangan sampai lengah sehingga menyebabkan terjadinya ledakan kasus aktif Covid 19 di Kabupaten Aceh Barat akibat mengendorkan penerapan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat maupun pemerintahan daerah.

 

“Pemkab akan mengawasi setiap pekerja perusahaan yang melakukan perjalananan keluar daerah maupun pekerja yang masuk ke Aceh Barat. Kita ingin memperketat segala mobilitas masyarakat untuk menekan penyebaran Covid 19 ini,” ungkap Ramil.

 

Lebih lanjut Ramli meminta kepada para SKPK terkait untuk saling berkoordinasi dan melakukan sinergitas bersama dengan Forkopimda dalam memutus mata rantai penyebaran Covid 19 di Kabupaten Aceh Barat. “Dengan adanya kerjasama yang baik antara semua pihak diharapkan kasus aktif covid 19 di Aceh Barat bisa dikendalikan,” imbuhnya.

 

Bupati Aceh Barat ini menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan Forkopimda Kabupaten Aceh Barat sedang menyusun agenda bersama dalam rangka menyambut idul fitri dan lonjakan arus mudik serta kegiatan lain yang dapat memancing keramaian dan kerumunan masa.(Vian).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rapat Dengan Kemendagri, Ramli MS: Akan Menyurati Camat dan Keuchik Untuk Menghidupkan Kembali Posko Covid-19

Terkini