Iklan

Perkuat Kelembagaan Koperasi Di sektor Pangan, Menko UKM Kunjungi Bener Meriah

REDAKSI
6/18/21, 16:00 WIB Last Updated 2021-06-22T09:25:05Z

 

 Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki bersama Kepala Dinas Koperasi Ir. Abadi mencicipi kopi gayo 


NOA l Bener Meriah - Dalam rangka memperkuat kelembagaan koperasi-koperasi di sektor pangan di Bener Meriah sekaligus menyelaraskan program pemerintah pusat dengan daerah terkait koperasi pangan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki melakukan kunjungan kerja ke Bener Meriah, Jumat (18/6/2021).



Kedatangan Teten Masduki bersama rombongan tersebut langsung disambut oleh Plt Bupati Bener Meriah, Dailami, Sekda, Haili Yoga, anggota Forkompinda.


Juga terlihat hadir dan sejumlah Kepala OPD seperti Kepala Dinas Koperasi Ir. Abadi, Kepala Dinas Pariwisata Irmansyah, dan Kepala Dinas Kominfo Bener Meriah Ilham Abdi di Pendopo Bupati setempat.


Dalam rombongan Teten Masduki juga terlihat istrinya Suzana Ramadhani, Staf Khusus Menteri Riza Damanik, Direktur Utama LPDB Koperasi UMKM, Supomo.



Asdep Pengembangan dan pembaharuan Koperasi Bagus Rahman, Direktur Bisnis LPDB Krisdianto, dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Aceh Helvizar Ibrahim.



Teten Masduki dalam sambutannya menyebutkan, penguatan kelembagaan koperasi pangan ini diharapkan akan meningkatkan perekonomian masyarakat sesuai komoditi unggulan domestik di daerah. Misalnya Bener Meriah dengan kopi gayo dan tembakau gayo. 



"Koperasi selama ini 59 persen lebih banyak ke simpan pinjam. Jauh lebih banyak pinjamnya, simpannya sedikit," kata Teten. 



Lebih lanjut, Menteri Koperasi dalam arahannya juga menyampaikan agar penguatan koperasi kini belajar dari tren negara-negara sekarang yang mana trennya menggali, mengembangkan, dan memasarkan produk unggulan domestik masing-masing negara.



"Sebagai contoh, Negara Norwegia kini 65 persen pendapatan negaranya hasil budidaya ikan salmon. Nah, dunia sekarang sedang mencari itu, mengembangkan keunggulan domestiknya," kata Teten. 



Diterangkan Teten Masduki, keunggulan domestik adalah sumber bahan bakunya ada di daerah setempat, bukan didatangkan dari luar. 



"Karena itu, keunggulan domestik yang dimiliki Bener Meriah, seperti kopi gayo, tembakau gayo, buah tropis, pisang dan lain-lain perlu dikembangkan dan dipasarkan melalui kekuatan koperasi," sebut Teten Masduki.



Lebih serius Teten Masduki mengharapkan keberadaan koperasi skala besar harus diperkuat dan bisa mendunia seperti Koperasi Perempuan Kokowa Gayo. 



"Badan usaha koperasi ini diharapkan yang mengkonsolidasi petani kopi yang memiliki lahan dan produksi kopi. Koperasi kemudian akan menampung, memasarkan kopi sekaligus mensejahterakan para petani kopi sebagai anggotanya," jelas Teten.



Lebih lanjut Teten Masduki mengakui, dengan keberadaan koperasi yang fokus ke pemasaran, petani tidak akan disibukkan lagi dengan pemasaran dan bisa lebih fokus ke peningkatan produksi kualitas dan kuantitas kopinya. 



"Koperasi yang cukup berhadapan dengan buyer (pembeli). Koperasi harus juga membeli kopi, bukan utang ke petani. Kalau utang, tidak kuatlah petani," imbuh Teten Masduki. 



Mantan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) itu juga menyampaikan guna memperkuat kelembagaan koperasi, Pemerintah akan memperkuat pembiayaan koperasi-koperasi yang sehat melalui LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir). 



"Intinya, produk kopi dan petani kopi harus terkonsolidasi dalam koperasi, dan koperasi punya kemampuan membeli kopi dari petani sehingga petani tidak perlu pusing jual ke mana harga berapa. Biar proses pemasaran itu di koperasi," tegas Teten Masduki.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Perkuat Kelembagaan Koperasi Di sektor Pangan, Menko UKM Kunjungi Bener Meriah

Terkini