Iklan

Minimalisir Stunting, TP PKK Provinsi Aceh Beri Bimtek Implementasi RGG

REDAKSI
8/05/21, 17:06 WIB Last Updated 2021-08-22T09:10:18Z

 

Ketua TP PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T,  membuka secara langsung kegiatan Bintek terkait stunting


NOA l Aceh Barat -  Sebagai upaya untuk meminimalisir kasus stunting pada anak di seluruh Provinsi Aceh, TP PKK Provinsi Aceh bekerjasama dengan forum BUMN Aceh memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) implementasi Rumoh Gizi Gampong (RGG) percontohan sebagai model intervensi pencegahan stunting di seluruh Aceh.



Di Kabupaten Aceh Barat, pelaksanan Bintek tersebut dilaksanakan di Aula gedung PKK Aceh Barat, Kamis (5/8/2021).



Bimtek tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T, turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Aceh Barat, Evi Juwinda, Kepala dinas kesehatan Aceh Barat, perwakilan DPMG Aceh Barat, Kepala kantor pegadaian aceh barat, serta para anggota TP PKK Kabupaten Aceh Barat.



Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Aceh, Dr. Ir. Dyah Erti Idawati, M.T, menyampaikan bahwa ditengah terjangan Covid-19 yang melanda seluruh negeri termasuk di Aceh, Tim Penggerak PKK harus bisa terus bekerja guna memberikan pembinaan kepada masyarakat dalam mengimplementasi setiap program prioritas PKK. 



"TP PKK bisa ikut serta dalam meminimalisir dampak dari pandemi Covid-19 ini," ujar Dyah.



Lebih lanjut, Dyah mengatakan pada tahun 2045 mendatang akan menyambut bonus demografi yang mana meledaknya jumlah penduduk di usia produktif. 



"Untuk itu, Sumber daya manusia (SDM) merupakan aset yang harus dibina agar bonus demografi tersebut bisa kita peroleh," papar Dyah.



Lebih tegas, Dyah mengatakan, semua elemen perlu menyiapkan dengan baik generasi penerus bangsa dengan menjaga gizi anak sejak dini guna menciptakan SDM yang produktif dan berkualitas.



"Sehingga menjadikan Bangsa ini khususnya Provinsi Aceh semakin maju dan sejahtera," ucap Dyah.



Lebih serius, Dyah menyebutkan sejak tahun 2019 pihaknya telah berkomitmen dengan mencanangkan pencegahan stunting bersama seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Aceh. 



"Salah satu program untuk mengatasi stunting tersebut adalah implementasi Rumoh Gizi Gampong (RGG)," tutur Dyah.



Rumoh gizi gampong ini, katanya, bertujuan untuk mengintervensi pencegahan stunting  dengan memenuhi kebutuhan gizi anak agar terhindar dari gizi buruk.



"Rumoh gizi gampong juga bisa melakukan tindakan pencegahan dengan upaya yang edukatif," imbuh Dyah.



Lebih lanjut, Dyah menjelaskan sasaran dari Rumah gizi gampong ini menyasar kepada remaja, ibu hamil, bayi dan balita yang meliputi kegiatan kelengkapan peralatan kehamilan, pemenuhan gizi bagi ibu hamil dan balita, sanitasi lingkungan, serta menghadirkan lingkungan yang bersih.



"Kabupaten Aceh Barat merupakan kabupaten ketiga yang mendapatkan kesempatan untuk menimplementasikan Rumoh Gizi Gampong (RGG) percontohan sebagai model  intervensi pencegahan stunting yang terletak di desa Lapang," kata Dyah.



Ia berharap gampong Lapang ini bisa menjadi pilot project bagi desa-desa lainnya yang ada di Kabupaten Aceh Barat dalam mengimplementasikan Rumoh gizi gampong  di desa masing-masing sehingga pencegahan stunting dapat dilakukan dengan maksimal.



"Penanganan stunting ini membutuhkan kesabaran dan koordinasi yang baik antar semua stekholder. Menurutnya, TP PKK tidak bisa hanya bergerak sendiri, namun harus ada dukungan dari semua pihak utamanya dari dinas kesehatan," pinta Dyah.



Selain itu, sambungnya, perlu adanya inovasi dalam penyajian makanan pada balita penderita gizi buruk agar timbul selera makan bagi anak-anak tersebut sehingga pemenuhan gizi anak dapat terpenuhi sesuai harapan.



Sementara itu, Ketua TP PKK Aceh Barat, Evi Juwinda, menyampaikan apresiasi terhadap program Rumoh gizi gampong yang akan diimplementasikan sebagai model intervensi pencegahan stunting bagi anak khususnya yang berada di Kabupaten Aceh Barat.



Untuk mensukseskan program ini ia berharap adanya bimbingan serta dukungan dari TP PKK Provinsi Aceh supaya program ini bisa berjalan dengan lancar.



Lebih lanjut, Evi menjelaskan bahwa Rumoh gizi gampong merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat di tingkat gampong guna menekan kasus stunting pada anak.



"Penanganan stunting harus dimulai dari pemenuhan gizi yang tercukupi bagi ibu hamil, lalu diikuti kepada pemenuhan gizi kepada bayi dan balita. Untuk itu, perlu adanya edukasi yang baik kepada masyarakat terhadap pentingnya mencukupi gizi demi mencegah terjadinya stunting, salah satunya melalui Rumoh gizi gampong ini," ujar Evi.  



Selain itu, Ia juga mengatakan rumoh gizi gampong juga berperan dalam melakukan monitoring terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak penderita gizi buruk yang telah dilakukan upaya penanganan sebelumnya.



"Untuk tahap pertama implementasi Rumoh gizi gampong percontohan sebagai model  intervensi pencegahan stunting yang ada di Kabupaten Aceh Barat berada di desa Lapang kecamatan Johan Pahlawan," papar Evi.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Minimalisir Stunting, TP PKK Provinsi Aceh Beri Bimtek Implementasi RGG

Terkini