Iklan

BPKP Aceh Audit enam Proyek (MYC) aneka temuan dengan kekurangan volume Pekerjaan

10/22/21, 18:53 WIB Last Updated 2021-10-22T11:53:07Z

Banda Aceh  - Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Aceh melakukan probity (integritas, kebenaran, dan kejujuran) audit sedikitnya terhadap enam proyek peningkatan jalan dengan skema tahun jamak atau Multy Years Contract (MYC) 2020-2022.


Hasilnya, terdapat aneka temuan tak elok, terutama menyangkut dengan kekurangan volume pekerjaan.


Kepala BPKP Aceh Indra Khaira Jaya menjelaskan, enam proyek MYC yang diaudit tersebut terdiri dari Peningkatan Jalan Trumon Batas- Batas Singkil Segmen 1. 


Halaman LPSE Aceh, proyek senilai Rp 129,4 miliar tersebut di kerjakan PT Wirataco Mitra Mulia, perusahaan asal Aceh Barat yang dikenal sebagai milik bekas Bupati Aceh Barat Teuku Alaidinsyah alias Haji Tito.


Pada proyek ini, tim BPKP menemukan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai di antaranya, timbunan pilihan dari sumber galian di hampar kurang tebal dari yang seharusnya 40 cm. 


"Hasil uji menunjukkan ketebalan rata-rata 29,71 cm," kata Indra dalam keterangan tertulis yang diterima , Kamis (21/10/2021).


Selain itu, lanjut Indra, Lapis Pondasi Aggregat Kelas B (LPB) di hampar belum mencapai ketebalan top up. 


"Hasil uji pada empat titik menunjukkan ketebalan LPB antara 10 sampai dengan 20 cm, sedangkan ketebalan top up seharusnya 25 cm," jelasnya.


Tak hanya di segmen I, temuan tak sedap juga didapat pada proyek Peningkatan Jalan Trumon Batas- Batas Singkil Segmen II. 


Proyek senilai Rp 120,9 miliar ini dikerjaka oleh PT Sapta Unggul, asal Kota Palu, Sulawesi Tengah.


"Terdapat perubahan DED untuk pekerjaan urugan pilihan dari ketebalan dari 30 cm menjadi 40 cm. Hasil pengujian test pit urugan pilihan pada STA 40+100, ketebalan urugan pilihan baru mencapai ketebalan 30 cm dari 40 cm yang seharusnya," jelas Indra.


Beda dengan dua proyek sebelumnya, tim probity audit BPKP Aceh justru menemukan realisasi yang cukup menggembirakan pada proyek Peningkatan Jalan Sinabang-Sibigo di Kabupaten Simeuleu.


Proyek senilai Rp 76,1 miliar tersebut dikerjakan PT Aceh Lintas Sumatera, asal Kabupaten Aceh Jaya.


"Secara umum hasil test pit menunjukkan Lapis Pondasi Agregat kelas A setebal 15 cm, LPB setebal 20 cm dan urugan pilihan setebal 30 cm. Hasil core drill aspal AC-BC telah terpenuhi sesuai ketebalan yang dipersyaratkan yaitu enam centimeter," katanya.


Selanjutnya tim juga mengaudit realisasi Peningkatan Jalan Nasrehue-Lewak-Sibigo. Proyek senilai Rp 144,6 miliar tersebut dikerjakan PT Flamboyant Huma Arta.
 

"Hasilnya, tim menemukan penghamparan LPB rata-rata belum mencapai ketebalan yang dipersyaratkan 20 cm.  Material berupa Base B tersebut didatangkan dari Kabupaten Cillegon," kata Indra.


Hal yang sama juga ditemukan pada proyek Peningkatan Jalan Peurlak-Lokop-Batas Gayolues Segmen II. 


"Penghamparan urugan pilihan ketebalannya masih di bawah 30 cm, sementara di atas urugan pilihan tersebut telah di hampar LPB, maka kekurangan penghampran urugan pilihan tersebut harus dikompensasi dengan LPB," katanya.


Terakhir, kata Indra, tim juga mengaudit proyek Peningkatan Jalan Blangkejeren-Tongra-Batas Abdya.    


"Hasil pengujian core drill terhadap Laston AC-BC di beberapa titik, ketebalannnya tidak mencapai 6 cm (di bawah ketebalan tolenransi).  Sedangkan hasil tes pit di beberapa titik terhadap LPA 15 cm dan LPB 20 cm telah sesuai dengan ketebalan yang persyaratkan," katanya.


Indra mengatakan, tim probity audit telah merekomendasikan kepada pihak Dinas PUPR Aceh dan penyedia untuk memperbaiki kekurangan yang ditemukan dan mengapresiasi penyedia yang telah bekerja sesuai dengan standar yang dipersyaratkan. 


Kedepannya, uji serupa akan dilaksanakan sesuai kebutuhan lapangan dan informasi-informasi dari berbagai pihak atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.


"Uji ini memberikan manfaat berbagai pihak seperti penyedia, konsultan pengawas, dan Dinas PUPR Aceh untuk memperoleh informasi lebih awal, baik tentang progres pekerjaan dan potensinya, serta ketepatan pemenuhan spesifikasi teknis," kata Indra.


Awak Media mencoba Konfirmasi Kadis PU PR Aceh Sedang Tidak ada ditempat ucap ajudan kadis, awak Media Mencoba konfirmasi Kabid Pembangunan Jalan Dan Jembatan, bapak sedang rapat tidak bisa di jumpai kata ajudan kabid,

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • BPKP Aceh Audit enam Proyek (MYC) aneka temuan dengan kekurangan volume Pekerjaan

Terkini