Iklan

Nunggak Rp800 Juta, Vendor Tarik Kembali Sejumlah Barang di DPRD Pekanbaru

Admin
12/28/21, 22:57 WIB Last Updated 2021-12-28T15:57:24Z


Pekanbaru - Sejumlah kursi dan barang-barang di Gedung DPRD Pekanbaru ditarik pihak vendor pada Senin (27/12/2021) lantaran pihak DPRD Pekanbaru belum menyelesaikan pembayaran senilai Rp800 juta.


Beberapa barang yang ditarik itu enam kursi pimpinan fraksi di ruang paripurna, dan sejumlah lambang partai yang berada di ruang-ruang fraksi.


Menurut koordinator pengadaan barang vendor, Hendrik, barang-barang tersebut ditarik dari kantor DPRD Pekanbaru karena tidak jelasnya pembayaran kepada vendor.


Sejumlah kursi dan barang-barang di Gedung DPRD Pekanbaru ditarik pihak vendor pada Senin (27/12/2021) lantaran pihak DPRD Pekanbaru belum menyelesaikan pembayaran senilai Rp800 juta.

Beberapa barang yang ditarik itu enam kursi pimpinan fraksi di ruang paripurna, dan sejumlah lambang partai yang berada di ruang-ruang fraksi.


Menurut koordinator pengadaan barang vendor, Hendrik, barang-barang tersebut ditarik dari kantor DPRD Pekanbaru karena tidak jelasnya pembayaran kepada vendor.


“Ini karena di situ ada tunda bayar 10 paket, nilainya Rp 800 juta," jelas Hendrik.


Ia mengungkapkan bahwa sudah kejadian yang ke dua kali penundaan bayar sejak pekerjaan dituntaskan pada 2020.


Kekesalan Hendrik memuncak karena ada vendor yang dibayar lebih dulu, sementara pihaknya telah lebih dulu mengerjakan ditunda pembayarannya oleh Sekretaris Dewan DPRD Pekanbaru, Badria Rikasari.


“Saya tidak tahu kenapa Sekwan tidak mau teken itu. Itu anggaran 2020 lalu. Itu proyek ada yang Rp 50- 100 jutaan yang ditotalkan semua jadi Rp 800 jutaan," terang Hendrik.


Plt Sekwan DPRD Kota Pekanbaru, Badria Rikasari saat dihubungi enggan menjawab terkait penarikan sejumlah barang di DPRD Kota Pekanbaru ini.


“Nggak nggak nggak. Besok aja ya. Sama pak kabag umum aja ya. Kan dia PPTK nya tuh,” ucapnya.


Sementara itu, Kabag Umum Azhar, tidak merespon saat dihubungi via seluler.(


“Ini karena di situ ada tunda bayar 10 paket, nilainya Rp 800 juta," jelas Hendrik.


Ia mengungkapkan bahwa sudah kejadian yang ke dua kali penundaan bayar sejak pekerjaan dituntaskan pada 2020.


Kekesalan Hendrik memuncak karena ada vendor yang dibayar lebih dulu, sementara pihaknya telah lebih dulu mengerjakan ditunda pembayarannya oleh Sekretaris Dewan DPRD Pekanbaru, Badria Rikasari.


“Saya tidak tahu kenapa Sekwan tidak mau teken itu. Itu anggaran 2020 lalu. Itu proyek ada yang Rp 50- 100 jutaan yang ditotalkan semua jadi Rp 800 jutaan," terang Hendrik.


Plt Sekwan DPRD Kota Pekanbaru, Badria Rikasari saat dihubungi enggan menjawab terkait penarikan sejumlah barang di DPRD Kota Pekanbaru ini.


“Nggak nggak nggak. Besok aja ya. Sama pak kabag umum aja ya. Kan dia PPTK nya tuh,” ucapnya.


Sementara itu, Kabag Umum Azhar, tidak merespon saat dihubungi via seluler.***
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Nunggak Rp800 Juta, Vendor Tarik Kembali Sejumlah Barang di DPRD Pekanbaru

Terkini