Adsense

Iklan

Nazaruddin Seorang Nelayan di Aceh Ajukan Suntik Mati ke Pengadilan, Karena....

Admin
1/07/22, 12:06 WIB Last Updated 2022-01-07T05:06:20Z


Lhokseumawe - Seorang nelayan bernama Nazaruddin Razali (59 tahun) memohon untuk disuntik mati atau eutanasia karena mengaku tertekan dengan keputusan Pemerintah Kota Lhokseumawe merelokasi keramba budi daya ikan di Waduk Pusong.


Nazarudiin, warga Desa Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, telah mengajukan permohonan suntik mati ke pengadilan negeri setempat.


"Jika pemerintah tidak peduli lagi kepada kami para petani keramba di Waduk Pusong, saya minta disuntik mati saja di depan Wali Kota Lhokseumawe beserta Muspika Banda Sakti," kata Nazaruddin di Lhokseumawe, Kamis (6/1/2022).


Nazaruddin pun secara resmi mendaftarkan permohonan suntik mati tersebut ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe pada Kamis. Permohonan tersebut sudah teregistrasi dengan nomor surat PNL LSM-01-2022-KWS.


Nazaruddin juga mengatakan, ia mengajukan permohonan tersebut karena menilai negara tidak berpihak kepada rakyat kecil.


Menurutnya, negara tidak berpihak pada nelayan keramba yang sudah turun-temurun menggantungkan hidup di waduk tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga.


"Saya harus menanggung beban untuk membiayai kehidupan istri dan tiga anak-anak serta dua cucu. Jika usaha keramba budi daya ikan digusur, bagaimana nasib kami. Makanya lebih baik saya disuntik mati saja," kata Nazaruddin.


Selain itu, kata dia, dirinya mengalami kesulitan ekonomi sejak Pemerintah Kota Lhokseumawe mengumumkan air Waduk Pusong tercemar limbah.


Akibat pengumuman tersebut, masyarakat takut untuk membeli ikan hasil budi daya para nelayan keramba di Waduk Pusong, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.


"Katanya air waduk mengandung limbah. Padahal, kami sudah puluhan tahun makan ikan budi daya di waduk dan juga setiap hari mandi, tapi tidak mengalami masalah kesehatan," kata Nazaruddin pula.


Ia mengatakan dirinya semakin tertekan dan ketakutan karena didatangi aparat dari kecamatan yang memintanya untuk segera mengosongkan lokasi budi daya keramba tersebut.


"Saya sangat trauma, karena setiap hari ada aparat yang datang. Kejadian ini mengingatkan saya seperti masa konflik masa lalu. Kami berharap penggusuran ini segera dibatalkan karena ini menyangkut dengan penghidupan kami," ujar Nazaruddin.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Nazaruddin Seorang Nelayan di Aceh Ajukan Suntik Mati ke Pengadilan, Karena....

Terkini

Adsense