Adsense

Iklan

Rapat Kerja Komisi III DPR RI Diwarnai Debat Desmond Mahesa dan Arteria Dahlan

Admin
1/14/22, 02:21 WIB Last Updated 2022-01-13T19:23:18Z


Jakarta
- Komisi III DPR menggelar rapat kerja dengan Komnas HAM membahas sejumlah isu. Setelah Komnas HAM menyampaikan pemaparan, giliran anggota Komisi III yang mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pandangan.


Anggota Komisi III Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, terlihat mengajukan sejumlah pertanyaan. Pertanyaan yang diajukan mulai dari Komnas HAM yang terlihat tak peduli dengan pengesahan RUU TPKS, pekerja informal dalam UU Cipta Kerja, riset yang dilakukan Institut HAM Denmark hingga kajian COVID-19.


Arteria sudah mengajukan pertanyaan dan pandangan dari sebelum rapat diskors pukul 12.00 dan setelah diskors pukul 13.00. Wakil Ketua Komisi III yang juga bertindak sebagai pimpinan rapat, Desmond Junaidi Mahesa, kemudian menegur Arteria yang sudah terlalu banyak mengajukan pertanyaan.


Tolong dipahami tugas mereka agar nyambung juga. Lebih baik hal-hal tadi, benar didialogkan dengan Komnas HAM, nanti saya sebagai pimpinan, Bapak Arteria dan Bapak-bapak [Komnas HAM] untuk diskusi karena apa yang diomongin Pak Arteria perlu diverifikasi yang lebih khusus dan tertutup," kata Desmond di ruang rapat Gedung DPR, Senayan, Kamis (13/1).


"Kan, kadang Pak Arteria tidak bisa membedakan sebagai pengawas dan wakil pemerintah. Karena memang partai berkuasa jadi agak susah. Jadi membela pemerintah padahal dia anggota DPR. Akhirnya juru bicara pemerintahnya kelihatan di sini," lanjut Desmond.


Arteria pun membantah mengajukan pertanyaan karena membela pemerintah. Menurut dia, apa yang dia sampaikan sudah sesuai dengan tugas DPR.


"UU Cipta Kerja, semuanya, kan, tugas DPR," jawab Arteria.


"Oh, iya. Itu sudah selesai. Kalau kamu mau ngomong tentu itu, itu adalah partai pemerintah. Sudah betul. Sudah betul sebagai pemerintah, tapi sebagai anggota dewan beda lagi. Itu yang harus kamu paham. Anggota dewan apa yang berbeda dengan mereka, lo kritik aja sebagai tugas pengawasan," ujar Desmond.


Setelah berdebat, Arteria kembali melanjutkan pemaparannya dengan menyinggung pernyataan Komnas HAM yang menolak unit penelitiannya diintegrasi ke BRIN.


"Alasannya menjaga independensi. Memang kalian saja yang independen? Saya ingin tanyakan. Ini bagi kami cukup menggelitik seolah-olah Bapak bersih semua," ujar Arteria.


"Bagi kami ini bagi siapa? Bagi Pak Arteria, jangan bagi kami. Karena beda fraksi ini," kata Desmond.


"Ya, bagi fraksi kamilah," jawab Arteria.


"Ya, itu harus dipertegas juga. Jangan mengeklaim gitu, loh. Saya harus tegas juga," lanjut Desmond.


Arteria pun melanjutkan pemaparannya. Namun, Desmond kembali memotong Arteria dan mengingatkannya soal durasi rapat. Apalagi masih banyak anggota yang belum mendapat giliran untuk berbicara.


"Pak Arteria, ini sudah terlalu banyak. Ini ada batas waktunya. Kalau kita selesaikan dengan pertanyaan yang masih ada 20-an orang, maka selesainya juga bisa sampai malam," kata Desmond.


"Ini masih banyak, Pak Ketua," jawab Arteria.


"Ya, banyak menurut kamu semua, ya, kamu aja rapat. Hormati yang lain. Saya lempar ke anggota, Arteria lanjut apa tidak?" tanya Desmond kepada anggota.


Arteria akhirnya berhenti berbicara dan mematikan mic-nya. Desmond pun mengingatkan Arteria untuk tidak egois di ruang rapat.


"Pak Arteria jangan egoislah. Jangan lagu lama," ujar Desmond.


"Jangan ketua nge-judge saya egois," jawab Arteria.


"Masalah waktulah. Dari awal saya bisa potong. Karena saya kasih ruang saja," pungkas Desmond.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rapat Kerja Komisi III DPR RI Diwarnai Debat Desmond Mahesa dan Arteria Dahlan

Terkini

Adsense