Adsense

Iklan

Menag Yaqut Kembali Menuai Kritik Usai Pernyataannya Soal LGBT

Admin
3/03/22, 10:03 WIB Last Updated 2022-03-03T03:03:35Z


Banda Aceh - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas kembali membuat pernyataan yang menyedot perhatian publik di tengah ramainya kritik terhadap pernyataannya yang membandingkan suara azan dan gonggongan anjing.


Bahkan anjuran Majelis Ulama Indonesia (MUI) agar Yaqut Cholil Qoumas meminta maaf kepada publik tidak dihiraukan olehnya.


Permintaan maaf yang disarankan MUI kepada Menag Yaqut terkait pernyataannya yang sempat viral baru-baru ini di mana Menag Yaqut membandingkan suara azan dengan gonggongan anjing. Pernyataan ini langsung menuai berbagai kritik pedas dari masyarakat.


Kali ini, Menag Yaqut kembali membuat suasana menjadi gaduh. Dia meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk menghormati hak-hak Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) yang ada di Tanah Air. Meskipun dia sadari jika LGBT dilarang keras dalam ajaran Islam, namun dia meminta kelompok ini tetap dihargai keberadaannya.


“Yang dihukumi haram berdasarkan hukum Islam adalah seks sesama jenis. Namun demikian, keberadaan LGBT tidak mengurangi martabatnya sebagai manusia”, kata Gus Yaqut dalam keterangannya dikutip Rabu (2/3).


Yaqut melanjutkan, kendati keberadaan kelompok ini diharamkan dalam Islam, namun Islam kata dia memiliki posisi normal dalam merespon kelompok LGBT, mereka juga tidak bisa dipaksakan mengikuti perspektif Islam.


“Sikap GP Anshor terhadap pelaku hubungan seks sesama jenis adalah hukum yang berlaku, sebagaimana kita tidak boleh main hakim sendiri terhadap mereka”, katanya lagi.


Pernyataan Menag Yaqut langsung ditanggapi Habib Noval Assegaf yang menyinggung Gus Yaqut dalam cuitannya di media sosial Twitter dan mengaitkan dengan paham Islam Liberal.


Noval Assegaf menilai jika pernyataan Gus Yaqut itu erat kaitannya dengan paham Islam Liberal sehingga tidak memiliki kekuatan untuk menghilangkan LGBT dan masyarakat menghargai kehadiran mereka.


“Cuma gini doang kerjanya. Penganut Islam Liberal memang tidak bermanfaat”, tulis Noval Assegaf, dikutip dari cuitannya di media sosial Twitter @NovalAssegaf. (hasyim)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Menag Yaqut Kembali Menuai Kritik Usai Pernyataannya Soal LGBT

Terkini

Adsense