Adsense

Iklan

Setelah Terhenti, Kini Gedung Bener Meriah Convention Center (BMCC) Kembali dilanjutkan Pembangunannya

REDAKSI
5/29/22, 09:17 WIB Last Updated 2022-05-29T02:17:17Z
Banda Aceh - Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, DR .EMK Alidar ,SAg, MHum menyatakan bahwa  gedung Bener Meriah Convention Center (BMCC) dibangun bukan khusus untuk pusat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke XXXV se-Aceh. Memang pada awalnya gedung tersebut dicanangkan sebagai pusat kegiatan pelaksanaan MTQ namun karena terhentinya pekerjaan yang menyebabkan tidak siapnya pembangunan  gedung maka lokasi kegiatan dipindahkan ke tempat lain.

Alidar berkata  nantinya gedung BMCC itu setelah siap dikerjakan  akan dihibahkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah untuk dipergunakan sesuai kebutuhan dan peruntukan oleh Pemkab setempat.

“Adanya BMCC ini dapat menjadi sumber penambahan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dimana dari rencana Pemkab sendiri, gedung itu akan dijadikan sebagai tempat penginapan,” ujar Alidar kepada media, Jum’at (27/5).

Pemerintah Aceh melalui DSI sudah membangun sejenis BMCC ini diberbagai daerah salah satunya di Kabupaten Pidie  dan saat ini di Kabupaten Simeulue juga sedang dikerjakan pembangunan gedung Simeulue Convention Hall (SCH).

Untuk Kabupaten Pidie karena penyelesaian pembangunannya tepat waktu gedungnya dapat dipergunakan untuk pelaksaan MTQ se Aceh pada 2019 lalu,"ujar Alidar.

Alidar menambahkan untuk Bener Meriah sendiri, gedung BMCC tidak dapat digunakan sebagai tempat pelaksanaan MTQ se Aceh lantaran gedungnya belum siap dikerjakan disebabkan beberapa kendala teknis dan terjadinya pemutusan kontrak kerja dari rekanan dengan Pemerintah Aceh di akhir tahun 2021 lalu.

Lantas untuk tahun ini, kata dia, pembangunan gedung BMCC kembali dilanjutkan dengan anggaran sekitar Rp 9,4 miliar lebih yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2022.

“Saat ini rekanan baru sudah mulai bekerja, kalau mengenai biaya penambahan itu cukup atau tidak, saya tidak tahu persis, karena itu bagian perencanaan. Tapi, InsyaAllah cukup,” ujarnya.

“Perlu saya sampaikan bahwa DSI dan Pemerintah Aceh sangat menyayangkan  pembangunan BMCC tidak selesai tepat waktu yang menyebabkan gedungnya tidak dapat dipergunakan sebagai tempat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke XXXV se Aceh sebagaimana yang telah direncanakan," kata Alidar.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan MTQ ke XXXV se Aceh di Kabupaten Bener Meriah pada awalnya akan dipusatkan di BMCC yang terletak di Kampung Wonosobo Kecamatan Wih Pesam, kini pusat pelaksanaannya dipindahkan ke lapangan pacuan kuda Sengeda Kampung Karang Rejo Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

Sementara itu, saat disinggung mengenai besarnya anggaran untuk pembangunan gapura BMCC senilai Rp 1 miliar, Alidar mengaku tidak mengetahui persis soal pembangunan tersebut.

“Secara teknis saya kurang paham, silahkan tanyakan kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), karena mereka yang lebih mengerti tentang hal itu,” kata Alidar.

Alidar berharap, lanjutan pembangunan BMCC di Kabupaten Bener Meriah dapat selesai dibangun tepat waktu di tahun ini, sehingga dapat dipergunakan  untuk kepentingan umat khususnya masyarakat setempat dan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).(MS).


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Setelah Terhenti, Kini Gedung Bener Meriah Convention Center (BMCC) Kembali dilanjutkan Pembangunannya

Terkini

Adsense