Adsense

Iklan

Warga Kecamatan Geumpang dan Mane Kabupaten Pidie Butuh Kehadiran Bank Aceh

REDAKSI
5/11/22, 10:17 WIB Last Updated 2022-05-11T03:17:41Z


Pidie - Warga Kecamatan Geumpang dan Mane, Kabupaten Pidie, Aceh, berharap Bank Aceh dibangun di daerah mereka. Selama ini ribuan nasabah bank milik Pemerintah Aceh di dua kecamatan tersebut harus pergi 40 kilometer ke cabang terdekat di Kecamatan Tangse.


"Ini sangat memberatkan nasabah warga dua kecamatan ini, baik dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Ribuan warga sangat mendambakan ada satu unit Bank Aceh di Geumpang atau Mane," kata Mahdi, Camat Mane, didampingi Camat Geumpang Masykur, Rabu (11/5)


Harapan tersebut disampaikan Mahdi dan Masykur serta sejumlah warga dalam kegiatan percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) di Geumpang, Selasa. Pertemuan itu dihadiri Wakil Bupati Pidie, Fadhlullah Teuku Muhammad Daud dan sejumlah warga.


Geumpang yang berada di dataran tinggi Pidie berpenduduk 7.933 jiwa. Adapun kecamatan tetangganya, Mane, memiliki penduduk 8.905 jiwa. Kawasan ini adalah lumbung pangan penghasil beras.


"Perputaran ekonomi di dua kecamatan itu makin baik dengan adanya sumber daya kekayaan alam yang melimpah ruah, tidak heran miliaran rupiah terjadi transaksi keuangan melalui berbagai bank di luar kecamatan," ujar Mahdi.


Ketiadaan Bank Aceh di sana, kata Mahdi, membuat para Keuchik harus menyewa bus untuk mengantar masyarakat ke bank terdekat apabila menerima bantuan pemerintah yang disalurkan via bank. Misalnya, bantuan untuk fakir miskin dan anak yatim.


Mahdi menuturkan ada pengalaman warga Mane dan Geumpang hendak menarik sisa saldo Rp 200 ribu. "Karena butuh uang, mereka harus sewa bus pulang pergi plus makan sebesar Rp 80 ribu untuk menarik sisa saldo tersebut karena tak ada jalan lain," katanya.


Meski menempuh jarak yang jauh, warga Geumpang dan Mane juga kerap kecewa karena setiba di Tangse terkadang bank tutup.


"Harapan ribuan warga dua kecamatan ini, sangat mendambakan dibuka satu unit Bank Aceh, hal ini sering kami curhatkan kepada pejabat dari kabupaten yang berkunjung ke Geumpang," ujar Mahdi.


Seandainya membuka cabang baru Bank Aceh membutuhkan syarat yang rumit, warga Geumpang dan Mane berharap ada solusi lain. Misalnya, membangun mesin ATM di kantor Camat atau ada mobil Bank Aceh keliling yang datang ke sana dua kali sepekan.


Fadhlullah Teuku Muhammad Daud mengatakan akan membantu dan mencari solusi atas keluhan warga Geumpang dan Mane tersebut. "Yang penting warga Geumpang dan Mane bersabar, karena syarat dibangunnya sebuah unit bank di sebuah kecamatan butuh waktu," ujarnya.***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Warga Kecamatan Geumpang dan Mane Kabupaten Pidie Butuh Kehadiran Bank Aceh

Terkini

Adsense