Iklan

Rela Berdesakan dan Antri Berjam Jam Demi Amplop Isi Rp. 50.000

MUHAMMAD RISSAN
4/12/21, 14:49 WIB Last Updated 2021-04-12T07:52:50Z


NOA | Pidie Jaya -  Tradisi bagi -  bagi amplop disaat menyambut bulan Ramadhan sudah turun temurun di lakukan  pemkab Pidie Jaya, 


Pantau media noa.com di kantor bupati Pidie Jaya,  11 /4/2021,  seribuan masyarakat Pidie Jaya sedang melakukan antrean untuk mendapatkan amplop yang isinya 50 Ribu. 


Timbul pro dan kontra di kalangan masyarakat,  ada yang mengatakan uang 50 Ribu tidak sebanding dengan lelah dan capeknya  menunggu antrean untuk mendapatkan jatah. 


Siti khatijah salah satu masyarakat yang sudah mendapatkan amplop  menuturkan,  kecewa jelas ada, tapi di ambil hikmah nya saja,  sembari mendapatkan amplop juga sebagai ajang silaturahmi dengan bapak wakil bupati Pidie Jaya.  


Siti menambahkan,  tahun ini pun besaran isi  amplopnya pun tidak sama dari tahun sebelumnya, kalau tahun sebelumnya kami mendapat 100 ribu,  tahun ini 50 Ribu,  mungkin lagi corona kali ya.  Ucap siti dengan senyum. 


Sementara itu,  Waled sapaan akrab Wakil Bupati Pidie Jaya H.  Said Mulyadi mengatakan,  pembagian amplop hari ini untuk menindak lanjutin kekisruhan pembagian  uang meugang yang tidak merata uang  dilakukan oleh  Bagian Kesejahteraan Rakyat  ( Kesra)  Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya beberapa hari yang lalu.
  

Adapun besaran uang yang dibagikan sebesar Rp. 50 ribu perorangan dengan melengkapi syarat menyerahkan fhoto Copy ktp dan menandatangani kwantansi  sebagai langkah antisipasi pengambilan ganda . 


Lanjut  Wakil Bupati Pijay , pembagian amplop  tersebut akibat kisruh pada tiga hari lalu terkait pembagiaan  yang tidak merata, ditambah banyaknya masyarakat memohon dana meugang kepada pemkab.


“Kami menindaklanjuti permintaan masyarakat untuk membagi dana meugang dari pemkab Pijay yang sudah menjadi tradisi turun temurun dari pemerintahan  sebelumnya " tutur Waled 


Terkait kekisruhan yang terjadi tiga hari lalu, katanya, Bagian Kesra pemkab Pijay hanya menyediakan  untuk 30 orang,  namun masyarakat yang datang melebihi jumlah anggaran yang disediakan,  akibat keterbatasan anggaran pembagian uang meugang ditunda hari itu. 


Untuk anggaran kesejahteraan, katanya, pemerintah  sudah menganggarkan secara resmi dan disalurkan pos anggaran fakir miskin kepada kecamatan masing-masing, namun katanya, masyarakat juga menginginkan pembagian uang meugang dilakukan oleh pemkab kabupaten. Tutup Waled ( MR)  



Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Rela Berdesakan dan Antri Berjam Jam Demi Amplop Isi Rp. 50.000

Terkini