Adsense

Iklan

Solar Langka Nelayan Menjerit, Berharap Anggaran Pemilu Dialihkan untuk Tambah Kuota Subsidi

REDAKSI
3/30/22, 08:44 WIB Last Updated 2022-03-30T01:44:17Z


Banda Aceh - Kelangkaan solar di sejumlah daerah juga berdampak kepada para nelayan di Banda Aceh.


Pasalnya, masyarakat di Serambi Mekkah ini mengaku sudah lama mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar.


“Sudah berbulan-bulan langka, tapi sekarang ini makin parah, antre berjam-jam di SPBU. Kalau begini bagaimana melaut,” kata perwakilan kelompok nelayan Syarifuddin, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh dalam keterangannya, Selasa (29/3).


Menurut Syarifuddin, banyak nelayan yang belakangan enggan melaut karena sulit mendapatkan solar. Di antara mereka bahkan terpaksa membeli solar ke toko eceran dengan harga yang lebih tinggi.


Atas persoalan tersebut, perwakilan nelayan ini mendesak pemerintah untuk menambah kuota solar bersubsidi serta mengusut para pihak yang melakukan penyelewengan.


“Saya dengar karena kuotanya dikurangi oleh pusat, ada pula yang bilang karena dipasok ke penambangan ilegal,“ ujarnya.


Syarifuddin menuturkan, penambahan kuota merupakan kewenangan pemerintah pusat serta sangat terkait dengan kebijakan anggaran dalam APBN.


Karena itu, ia menyarankan sebaiknya anggaran pemilu di alihkan untuk kuota subsidi solar mengingat masalah kelangkaan solar di daerah sudah sangat mendesak.


“Jangan anggaran pemilu terus yang dibicarakan, ini lebih mendesak dari pemilu,” tandasnya.


Hal senada disampaikan angota nelayan M Yusuf. Ia katakan, ketimbang mengurusi anggaran pemilu lebih baik pemerintah segera menganggarkan penambahan kuota BBM bersubsidi.


Terlebih saat ini kelangkaan solar sudah meluas ke berbagai daerah serta menjadi masalah nasional yang semakin mengkhawatirkan.


“Kalau memang tidak ada uang, alihkan anggaran pemilu untuk subsidi minyak, jangan dibilang (stok solar) aman tapi nyatanya kami ngantre,” tandasnya.


Dia menyayangkan sikap pemerintah pusat lamban bertindak hingga menyebabkan kelangkaan solar di daerahnya berlarut-larut.


Pemerintah beserta elit politik, sambungnya, tampak lebih bergairah membicarakan anggaran pemilu yang diusulkan KPU sebesar Rp 76,6 triliun.


“Kedepankan dululah masalah rakyat,” pungkas Yusuf.


Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengungkapkan penyebab kelangkaan solar di sejumlah daerah.


Hal ini berkaitan dengan permintaan solar yang naik, sementara kuota solar diturunkan pada tahun ini.


“Kita lihat pertumbuhan ekonomi naik sekitar 5%, maka dampak terhadap mobilitas dan aktivitas usaha terlihat dari peningkatan demand, termasuk solar,” katanya dalam RDP bersama Komisi VI, Senin (28/3/2022).***

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Solar Langka Nelayan Menjerit, Berharap Anggaran Pemilu Dialihkan untuk Tambah Kuota Subsidi

Terkini

Adsense