Adsense

Iklan

Ketua MIUMI Aceh Ceramah Ramadhan di Dinas Syariat Islam Aceh

REDAKSI
4/06/22, 13:16 WIB Last Updated 2022-04-06T06:16:40Z


Banda Aceh - Dinas Syariat Islam (DSI) Provinsi Aceh menggelar ceramah bakda Zuhur setiap hari kerja selama bulan Ramadhan 1443 H, di Mushalla As-Salam Kompleks Keistimewaan Aceh, mulai Senin, 4 April 2022. Ceramah perdana Ramadhan tahun ini disampaikan Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Aceh, Ustaz Dr. Muhammad Yusran Hadi, Lc., M.A., seorang dai yang sering diundang untuk mengisi ceramah di instansi pemerintah Aceh dan mengisi ceramah dan khutbah di sejumlah masjid di Banda Aceh dan berbagai kabupaten/kota lainnya di Aceh.


Dalam taushiahnya, Ustaz Yusran yang juga anggota Ikatan Ulama dan Da’i Asia Tenggara, mengajak umat Islam khususnya para jemaah Mushalla As-Salam DSI Aceh yang terdiri dari para pegawai beberapa Dinas provinsi seperti DSI Aceh, Mahkamah Syariah Aceh, dan kantor dinas keistimewaan lainnya, untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan dengan gembira dan syukur serta mengisi hari-hari Ramadhan ini dengan puasa dan memperbanyak ibadah sunat dan amal saleh.


Ustaz Yusran mengibarakatkan Ramadhan sebagai seorang. tamu yang agung dan mulia yang selama ini ditunggu kedatangannya oleh umat seluruh dunia. Tamu yang selalu dirindukan dan dielu-elukan kehadirannya. Untuk itu, maka kita wajib bersyukur dan bergembira atas kedatangan tamu agung ini.


“Alhamdulillah, kita kedatangan tamu yang agung dan mulia yang bernama Ramadhan. Tamu yang ditunggu-tunggu dan dielu-elukan oleh umat Islam seluruh dunia setelah sekian lama berpisah dengannya. Tamu ini membawa berbagai keberkahan dan hadiah serta bonus dari Allah ta’ala. Maka, sudah sepatutnya bahkan wajib bagi umat Islam menyambut kedatangan Ramadhan dengan gembira dan syukur.”


“Kita wajib bersyukur kepada Allah ta’ala yang telah mempertemukan dengan bulan Ramadhan 1443 H kali ini. Ini nikmat yang besar yang Allah ta’ala berikan kepada kita. Maka wajib kita syukuri dengan melakukan kewajiban puasa dan tadarus Alquran, dan memperbanyak ibadah-ibadah sunat serta amal saleh.”


“Berapa banyak saudara kita yang ingin dan berharap bertemu dengan bulan Ramadhan 1443 H kali ini, namun Allah ta’ala tidak mengizinkannya karena telah memanggilnya terlebih dahulu sebelum kedatangan Ramadhan. Begitu pula berapa banyak orang sakit sehinga tidak bisa menjalankan ibadah puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan ini. Jadi, kita termasuk orang-orang pilihan. Kita dipertemukan dengan Ramadhan,” jelas Ustaz Yusran.


Untuk itu, kata Ustaz Yusran, jika bulan Ramadhan tahun lalu masih banyak kekurangan kita dalam beribadah dan beramal saleh, maka Ramadhan tahun ini merupakan peluang dan kesempatan kita yang diberikan oleh Allah ta’ala untuk memperbaikinya sehingga dapat meraih keutamaan Ramadhan.


“Allah ta’ala telah mempertemukan kita dengan Ramadhan 1443 H. Maka Ramadhan tahun ini momentum yang tepat untuk kita memperbaiki segala kekurangan kita dalam beribadah dan beramal saleh di bulan Ramadhan tahun lalu baik karena malas, sibuk atau karena sakit, dengan melakukannya secara optimal pada bulan Ramadhan tahun ini, agar kita dapat meraih berbagai keutamaan Ramadhan yang disediakan oleh Allah ta’ala di bulan Ramadhan tahun ini,” ujar Ustaz Yusran.


Ustaz Yusran yang juga Ketua PC Muhammadiyah Syah Kuala Kota Banda Aceh, memberikan semangat dan motivasi beribadah dan beramal saleh kepada umat Islam khususnya para jemaah dengan menjelaskan berbagai keutamaan bulan Ramadhan dan cara meraih keutamaan tersebut.


“Banyak keutamaan yang dimiliki bulan Ramadhan sehingga Rasul saw menjulukinya sebagai Sayyidusy Syuhur (Penghulu Segala Bulan). Di antara keutamaannya, bulan Ramadhan adalah bulan keberkahan. Maknanya, pahala ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan dilipatgandakan.”


“Dalilnya, Nabi saw bersabda: “Sungguh telah datang kepada kalian bulan yang penuh berkah. Pada bulan ini diwajibkan puasa kepada kalian.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqii).”


“Nabi saw juga bersabda, “Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung dan penuh berkah. Di dalamnya terdapat satu malam yang nilai (ibadah) di dalamnya lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasa pada siang harinya sebagai sebuah kewajiban, dan menghidupkan malamnya sebagai perbuatan sunah. Barangsiapa yang mendekatkan diri (kepada Allah) dengan satu kebaikan (pada bulan ini), maka ia seperti mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan lainnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan satu perbuatan wajib pada bulan ini, maka ia seperti mengerjakan tujuh puluh kebaikan di bulan lainnya.” (HR. Al-Baihaqi)”.


Ustaz Yusran mengatakan berdasarkan hadis-hadis tersebut, ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan diberikan balasan pahala yang berlipat ganda.


“Inilah keberkahan bulan Ramadhan, yaitu dilipatgandakan pahala. Tentunya keberkahan pahala ini akan diperoleh jika dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunah atau petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,” ujar Dosen Fiqh dan Ushul Fiqh pada Pascasarjana UIN Ar-Raniry.


Ustaz Yusran juga menjelaskan keutamaan lain bulan Ramadhan yaitu Bulan Pengampunan Dosa (Syahrul Maghfirah) beserta dalilnya.


“Dinamakan Syahrul Maghfirah karena pada bulan Ramadhan ini Allah ta’ala menghapus dosa-dosa hamba-Nya yang telah lalu dengan melakukan ibadah puasa Ramadhan, shalat tarawih dan witir.”


“Dalilnya, hadis Nabi saw, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan mengharapkan pahala (dari Allah ta’ala), niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (Muttafaq ‘alaih)


“Nabi saw juga bersabda, “Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih dan witir) dengan keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosa yang lalu.” (Muttafaq ‘alaih),” sebut Ustaz Yusran yang juga Doktor Fiqh dan Ushul Fiqh International Islamic University Malaysia (IIUM).


“Selain itu, masih banyak lagi keutamaan bulan Ramadhan lainnya yaitu bulan rahmat, bulan ibadah, bulan takwa, bulan itqun minan nar (pembebasan dari api neraka), bulan Alquran, bulan agung dan kemuliaan, dan sebagainya, yang tidak mungkin saya jelaskan dalam waktu yang sangat singkat ini.”


“Berbagai keutamaan bulan Ramadhan ini hanya diberikan kepada orang-orang yang berpuasa dan menghidupkan Ramadhan dengan tadarus Alquran, memperbanyak melakukan shalat sunat khususnya tarawih dan witir, berinfak atau bersedekah, memberi makanan sahur dan bukaan puasa, dan amal saleh lainnya,” tegas Ustaz Yusran.


Sebagai penutup taushiahnya, Ustaz Yusran mengajak umat Islam khususnyya para jemaah Mushalla DSI Aceh untuk memperbanyak ibadah dan amal saleh di bulan Ramadhan ini.


“Berbagai keutamaan Ramadhan ini sepatutnya memberikan semangat dan motivasi kepada kita untuk memperbanyak ibadah, baik ibadah wajib seperti puasa, shalat lima waktu ber-jama’ah bagi laki-laki dan bertadarus Alquran, maupun ibadah sunah seperti memperbanyak shalat-shalat sunat khususnya tarawih dan witir serta memperbanyak amal saleh berupa infak atau sedekah, memberi makanan sahur dan bukaan puasa, menolong orang lain, dan sebagainya. Semoga Allah menerimanya. Aamiin,” pungkasnya.


Sebelumnya, Kepala DSI Aceh, EMK. Alidar, melalui Sekdis Muhibuthibri, yang diwakili Kepala Bidang Peribadatan, Syiar Islam dan Pengembangan Sarana Keagaman DSI Aceh, Zulkifli, Senin (4/4/2022) mengatakan, tujuan ceramah usai shalat Zuhur berjemaah untuk meningkatkan kualitas ibadah dan pemahaman agama bagi aparatur pemerintah dan masyarakat di sekitar Kompleks Keistimewaan Aceh tentang pelaksanaan syariat Islam.


Zulkifli mengatakan kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk ceramah yang disampaikan penceramah selama kurang lebih 15 sampai 20 menit, dipandu pembawa acara, kemudian diiringi tanya jawab tema yang telah ditentukan panitia DSI Aceh.(MS/ril).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ketua MIUMI Aceh Ceramah Ramadhan di Dinas Syariat Islam Aceh

Terkini

Adsense