Iklan

Disdik Gandeng Jissho Foundation, Illiza Sa’aduddin Djamal : Kita Butuh Keterwakilan Aceh Di Jepang

REDAKSI
2/23/21, 13:38 WIB Last Updated 2021-03-19T06:42:06Z

 

Dinas Pendidikan Aceh melakukan kerja sama dengan Jissho Foundation untuk pengembangan sumber daya manusia bagi lulusan SMK

NOA | Banda Aceh – Sekarang ini alumni Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) di Provinsi Aceh telah mendapatkan kesempatan magang di Jepang, setelah Dinas Pendidikan Aceh melakukan kerja sama dengan Jissho Foundation untuk pengembangan sumber daya manusia bagi lulusan SMK.

 

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal mengakui, pihaknya menyambut baik dan mengapresiasi Pemerintah Aceh melalui Dinas Pendidikan Aceh yang telah menggandeng Jissho Foundation dalam melakukan pemagangan lulusan SMK ke Jepang.

 

"Kita membutuhkan adanya keterwakilan Aceh di Jepang untuk mempromosikan Provinsi ini di Negeri Matahari terbit tersebut," kata Illiza.

 

Lebih serisu, Illiza mengaku optimis Provinsi Aceh akan terus bangkit termasuk bidang pendidikan. Sebab, pendidikan tujuannya adalah untuk menciptakan sumber daya manusia yang handal.

 

Sebeumnya, Dinas Pendidikan Aceh telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Jissho Foundation yang langsung dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, dan Direktur Jissho Foundation, Rismaja Putra, disaksikan Anggota Komisi X DPR RI asal Aceh, Illiza Sa'aduddin Djamal, Selasa, (23/02/2021), di Hotel SMK Negeri 3 Banda Aceh.

 

Hadir pada penandatanganan Nota Kesepahaman ini Kepala Bidang Pembinaan SMK, Azizah, Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) UPTD Pengembangan Teknis dan Ketrampilan Kejuruan (PTKK), Adriansyah, Kepala UPTD Balai Tekkomdik Aceh, Teuku Fariyal, dan sejumlah pejabat lainnya.

 

MoU ini mencakup kerja sama untuk pemagangan dan penempatan kerja lulusan SMK ke Jepang. Kerja sama pengembangan sumber daya manusia di bidang pelatihan bahasa Jepang dan penempatan untuk dapat bekerja di Jepang.

 

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Alhudri, menjelaskan, langkah awal yang dilakukan pihaknya agar para lulusan SMK dari setiap jurusan untuk dapat magang di Jepang melalui Jissho Foundation.

 

"Mungkin juga sekaligus bisa bekerja di sana. Karena sumber daya manusia yang kita miliki di Aceh sangat potensial, hanya saja diperlukan pembinaan dan peningkatan atas sumber daya manusia yang ada," kata Alhudri.

 

Diterangkan Alhudri, SMK yang akan bekerja sama dengan Jissho Foundation ini yakni, SMKN 1, 2 dan 3 Banda Aceh, SMKN 5 Telkom Banda Aceh, SMKN Penerbagan Aceh, SMK farmasi Cut Mutia, SMK Muhammadiyah Aceh dan SMKN 1 Lhok Nga, Aceh Besar.


"Provinsi Aceh diberi kuota sebanyak 1.000 orang untuk pemagangan di Jepang. Namun kita meminta kiranya dapat diberikan 1.500 orang, sebab untuk seluruh Indonesia diberikan kuota sebanyak 7.000 orang," terang Alhudri.

 

Pihaknya mengaku terus mengasah soft skill peserta didik yang masih duduk di bangku sekolah sesuai program yang ada, termasuk meningkatkan sarana dan prasarana sebagai penunjang kegiatan di sekolah.

 

"Dengan terserapnya tenaga kerja, hal ini sekaligus dapat mengentaskan kemiskinan di Aceh karena generasi kita sudah diterima di dunia kerja," tuntas Alhudri.


Sebagai diketahui, Jissho Foundation adalah Lembaga Pendidikan, pelatihan nonformal yang mendidik, melatih dan menempatkan para siswa dan alumni dari SMK untuk menjadi tenaga kerja yang berkarakter, terampil di bidangnya dan memiliki jiwa kewirausahaan.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Disdik Gandeng Jissho Foundation, Illiza Sa’aduddin Djamal : Kita Butuh Keterwakilan Aceh Di Jepang

Terkini