Iklan

Wadir CV Nagana Mineral : Itu Ampas Sisa Dari Golondongan Masyarakat

REDAKSI
2/25/21, 12:06 WIB Last Updated 2021-02-25T05:06:14Z
NOA | ACEH SELATAN - Terkait pemberitaan yang disampaikan Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Perwakilan Aceh Selatan atas keberadaan tumpukan tanah liat yang diduga limbah tambang emas di Kompleks Pelabuhan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, pada Selasa 23 Februari 2021. 

Wakil Direktur CV NAGANA MINERAL, T, Sukandi, angkat bicara yang mana tumpukan tersebut merupakan ampas sisa golondongan tradisional masyarakat," kata Sukandi kepada NOA.com melalui HP seluler, Kamis (25/2/2021)

Dikatakan T. Sukandi, ampas tanah yang terbuang tersebut merupakan sisa golondongan tradisional masyarakat yang emasnya sudah diambil, hanya ada tembaga dan itu sesuai hasil dari keterangan ahli.

"Kami dari CV NAGANA MINERAL membeli dengan harga Rp 200/kg atau 200,000/ton, kemudian kita jual ke pabrik di Jakarta, sebab ampas tanah yang emasnya sudah diambil masyarakat itu jika dibiarkan bisa menjadi ancaman bagi anak cucu kita ke depan karena mengandung zat berbahaya," sebut Sukandi

Dengan Kehadiran CV NAGANA MINERAL, kata Sukandi, ingin membantu ribuan masyarakat penggali lobang atau penambang tradisional yang tersebar hampir di seluruh Kecamatan yang ada dalam Kabupaten Aceh Selatan.

Dengan kita beli, tutur Sukandi, ampas sisa golondongan tersebut tentunya bisa menambah peningkatan pendapatan negara, karena kita mengantongi izin resmi sekaligus menyelamatkan lingkungan dari bahan kimia yang berbahaya.

Karena itu bila dipahami dengan baik apa yang dilakukan pihaknya itu bisa membantu meningkatkan ekonomi ribuan penambang tradisional, bahkan menjaga lingkungan dari ancaman air raksa atau merkuri.

Dengan hal tersebut CV, NAGANA MINERAL hadir untuk menyelamatkan lingkungan Kabupaten Aceh Selatan dari  bahan kimia yang sangat membahayakan bagi anak cucu kita ke depan.

"Jika semua ini dinilai melanggar hukum maka dia meminta tangkap semua penambang liar yang sudah menambang tampa izin dan memakai zat kimia yang berbahaya yaitu merkuri," tuturnya. (RED)
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Wadir CV Nagana Mineral : Itu Ampas Sisa Dari Golondongan Masyarakat

Terkini