Iklan

Ada Apa! Kasus Ibu Melahirkan di RSUD Pijay Saling Siku dalam Pembenaran

MUHAMMAD RISSAN
4/20/21, 23:41 WIB Last Updated 2021-04-20T17:04:48Z


Ist.

NOA | Pidie Jaya -  Setiap manusia punya khilaf dalam menjalankan pekerjaannya ,  baik pekerjaan itu sifatnya kepentingan pribadi maupun kepentingan untuk orang banyak,  tak hayalnya untuk kepentingan profesi.


Rauzatul Jannah ( 24) ibu muda yang melahirkan  dalam pempers di RSUD Pijay beberapa waktu yang lalau menjadi sorotan di tingkat daerah maupun di tingkat Nasional, Rauzatul  Jannah melahirkan bayinya tanpa adanya  pendamping  dari petugas kebidanan ataupun petugas medis.

 

" Petugas medis datang ke ruang persalinan, saat bayi perempuan tersebut sudah lahir. Petugas hanya datang untuk memotong tali pusar bayi." Jelas Rauzatul Jannah


Banyak persepsi penjelasan dari beberapa pihak RSUD Pijay dalam kasus Rauzatul Jannah,  sebagaimana yang di jelaskan oleh Direktur RSUD  Dr. Fajriman dimana Hasil audit interna yang dilakukan oleh Rumah Sakit dengan menelusuri rekam medik mulai dari pasien pertama masuk sampai melahirkan.


Lebih lanjut Dr.  Fajriman menjelaskan Pasien masuk ke IGD kiriman dokter kandungan dengan keluhan keluar cairan dari jalan lahir, dengan estimasi kelahiran tanggal 9 mai 2021, Setelah tiba di IGD, pasien dilakukan kembali pemeriksaan oleh dokter jaga dan bidan, melakukan pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ), memastikan letak janis, serta melakukan observasi secara continues cairan yang keluar dari jalan lahir si ibuk.


" Selama pasien ada diruangan, selain menjalankan pemberian obat obatan sesuai arahan dokter ahli kandungan,  petugas ruangan juga memasangkan pembalut pada si ibu untuk memudahkan pemantauan cairan yang keluar dari jalan lahir baik dari sisi jumlah dan warna serta meminimalisir pergerakan pasien keluar masuk kamar mandi yang merupakan keharusan pada pasien KPD." Jelas Fajriman


Disisi lain,  Kepala Bidang Kebidanan RSUD Pidie Jaya Hj. Radhiah,  Kepala Ruangan Cut Haja Faridah, Penolong kelahiran Nurul Chamisa, Elisa Novita, Mulyana Nurul Isma Fhona mendatangi rumah Pasien dengan tujuan meminta maaf dan mengaku khilaf karena kelalaian petugas (ketiduran) disebabkan kelelahan saat pasien mau melahirkan.


" kita sebagai manusia biasa ada kesilapan, kadang ada juga rasa malas dan ada juga masa rajiin,  " Imbuh Cut Haja Faridah


Sementara itu, Kabid Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya, dr Aditya Jamin, mengatakan, bahwa pasien yang dikabarkan melahirkan dalam pempers itu tidak benar, menurutnya pasien melahirkan sudah sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.


Aditya berdalih, bahwa pasien itu tidak dipersiapkan untuk bersalin karena belum sampai waktunya, namun diluar prediksi ternyata sang bayi lahir lebih awal dengan kondisi pasien menggunakan pembalut serta dibantu oleh pihak medis dari awal hingga akhir, kata Aditya.


Aditya juga menyebutkan bahwa pasien masuk ke rumah sakit sekitar pukul 00.00 Wib dini hari dengan keluhan dikehamilannya, saat itu pasien sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis, kemudian pasien dirawat diruang kebidanan, ujarnya.


Dalam maraknya pemberitaan Tersebut Ketua Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Aceh Abdurrahman bersama Dr H Aslam Nur MA Anggota BPRS Aceh menyambangi rumah Rauzatul Jannah pasien yang melahirkan bayinya dalam pempers di RSUD Pidie Jaya beberapa waktu lalu.


Kedatangan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi Aceh pada selasa (20/4/) ke rumah Raudhatul Jannah (24) di Gampong Keurisi Meunasah Lueng Jangka Buya untuk menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Badan Pengawas Rumah Sakit.


Dalam menjalankan tugas BPRS Aceh, katanya tidak terpengaruh oleh pihak lain dan bebas dari konflik kepentingan.


"Kehadiran BPRS kerumah pasien untuk menanyakan kronologis kejadian dari awal persalinan hingga akhir, kami input semua informasi dari pasien dan pihak rumah sakit, kata Abdurrahman Ketua BPRS Aceh."



Raudatul Jannah mengaku, sangat trauma dengan pelayanan medis yang diberikan petugas di RSUD Kabupaten Pidie Jaya. Selama berada di RSUD Kabupaten Pidie Jaya, dia tak mendapatkan pelayanan kesehatan layaknya ibu melahirkan .


“Sebelum melahirkan , saya sempat mengeluh tentang kondisi perut yang mulai sakit, dan adanya cairan ketuban yang sudah keluar. Namun, petugas medis justru menyuruh saya mengenakan pembalut terlebih dahulu,” tuturnya.


Di ruang persalinan tersebut, hanya ada keluarga dan seorang wanita hamil (Ti Ainsyah)  yang melakukan pertolongan melahirkan,  dan setelah itu pasien harus menunggu beberapa saat untuk mendapatkan pelayanan dari tenaga medis.


Ti Ainsyah menuturkan dalam proses persalinan,  dirinya dan ibunda Rauzatul  Jannah yang membantu proses persalinan itu, tidak ada bantuan para medis, saya yang menyuruh buka pempers pada ibu pasien, begitu dibuka anaknya sudah lahir, ujar Ti Ainsyah


Kisah pilu ini dialami Raudatul Jannah, yang tiba di RSUD Kabupaten Pidie Jaya, pada Kamis (15/4/2021) tengah malam. Dia ke rumah sakit setelah merasakan nyeri di perutnya. Dan pada Jumat (16/4/2021) melahirkan bayi perempuan dengan berat 3,3 Kg. ( RM)  

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Ada Apa! Kasus Ibu Melahirkan di RSUD Pijay Saling Siku dalam Pembenaran

Terkini