Iklan

Aktivis Internasional Human Rights Networt: Medco Sering Abaikan Keselamatan Rakyat

MohdS
9/25/23, 14:04 WIB Last Updated 2023-09-25T07:04:54Z
Banda Aceh - Aktivis International Human Rights Network (IHRN) Aceh, menuding PT Medco E&P Malaka menjadikan nyawa rakyat sebagai mainan perusahaan.

Tudingan tersebut karena peristiwa seperti ini bukan kali pertama, bahkan rutin terjadi hampir setiap tahunnya.

Hal itu disampaikan Zulkifly, selaku Aktivis Internasional Human Rights Networt atau Jaringan Kerja HAM Internasional Wilayah Aceh, melalui siaran tertulisnya pada Sabtu (25/9/2023).

“Medco jangan menjadikan nyawa rakyat sebagai mainan, kejadian seperti ini bukan kali pertama.” ujarnya.

“Perusahan sebesar Medco terus melakukan kesalahan yang sama. Tentu patut dipertanyakan, jika mereka tidak menganggap remeh keselamatan rakyat lingkar tambang, lantas tudingan apa yang patut disematkan ?,” sambung Mantan Ketua LMND Aceh Timur Itu.

Menurut Zulkifly, Medco sering mengabaikan keselamatan rakyat saat melakukan aktivitas berbahaya, karena merasa masalah akan selesai setelah memberikan kompensasi.

“Konpensasi yang diberikan tidak sebanding dengan nyawa manusia. Akan tetapi keselamatan dan kesehatan rakyat jauh lebih penting dari berapapun jumlah konpensasi yang diberikan.” Tegas Zulkifky.

Ia juga menambahkan bahwa, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) juga harus bertanggung jawab atas peristiwa ini, karena mereka lalai dalam mengawasi pihak PT Medco E&P Malaka.

“Saya ulang lagi, Peristiwa seperti ini bukan kali pertama, lantas apa bukti pengawasannya jika masih terulang kesalahan yang sama ?,” tanyanya lagi.

Zulkifly juga menuding bahwa banyak pihak yang memanfaatkan keadaan, sehingga Medco berani mengulang kesalahan yang sama. Jika Medco melakukan kesalahan, maka cukup memberi konpensasi melalui pihak-pihak tertentu untuk meredam kegaduhan.

“Medco bukannya memperbaiki kesalahan, tetapi hanya meredam reaksi jika terjadi kesalahan, dan hal itu dianggap selesai.” Pungkas Zulkifly.

Untuk diketahui, Peristiwa keracunan gas yang disebabkan oleh aktivitas pencucian sumur AS-11 Alue Siwah PT Medco E&P Malaka pernah terjadi pada April 2021. Korban juga merupakan warga Dusun CV 8, Gampong Panton Rayeuk T, Kecamatan Banda Alam, Aceh Timur.

Puluhan korban saat itu harus dilarikan kerumah sakit dengan keluhan sesak Nafas, Pusing, Mual dan Muntah-muntah.

Ditahun yang sama, pada akhir bulan Juni 2021, peristiwa serupa kembali terulang, bahkan saat itu warga harus menjalani Ibadah Puasa dan Shalat taraweh dibawah tenda pengungsian.

Tahun ini, tepatnya pada Minggu 24/9/2023 sekira pukul 18.05 Wib, warga kembali tumbang akibat menghirup gas yang diduga beracun. Gas tersebut berasal dari aktivitas perusahaan PT Medco E&P Malaka.***
Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Aktivis Internasional Human Rights Networt: Medco Sering Abaikan Keselamatan Rakyat

Terkini

Adsense