Iklan

Terkait Belajar Dirumah, FPI Aceh Menolak Kebijakan Yang Tidak Bijak

REDAKSI
5/31/20, 10:00 WIB Last Updated 2021-03-20T11:04:41Z
FPI Aceh dan Pimpinan Dayah Darul Mujahidin Lhoksemawe menolak intruksi Plt Gubernur terkait pelarangan pelaksanaan PHBI di Aceh

NOA | Aceh Utara – Dinilai menzalimi dunia pendidikan dan juga menzalimi Islam, FPI Aceh dan Pimpinan Dayah Darul Mujahidin Lhoksemawe menolak kebijakan yang tidak bijak, dan juga mendesak Plt Gubernur Aceh untuk mencabut intruksi tentang perpanjangan pelaksanaan pendidikan dalam masa pandami Covid-19.

“Kami tidak bisa menerima ada larangan majlis taklim dan tabligh akbar di Bumi serambi Makkah, kami tak bisa terima ada larangan perayaan hari besar Islam di Aceh,  dan kami juga tak bisa terima ada larangan zikir di Aceh seperti yang tersebut dalam poin yang ke empat dan juga kami tidak setuju anak anak Aceh diajak belajar lewat HP/onlain,” kata Ketua FPI Aceh, Tgk Muslem At Thahiry.

Lebih tegas, Tgk Muslem At Thahiry mempertanyakan, dasar apa Plt Gubernur Aceh ikut-ikutan latah mengangab Aceh daerah darurat Carona padahal Aceh adalah zona hijau.

“Melarang orang untuk berzikir berjamaah dan perayaan hari besar Islam serta majlis taklim bukanlah salah satu bentuk waspada tapi adalah bentuk panik dari pemerintah Aceh,” sebut Tgk Muslem At Thahiry.

Tgk Muslem At Thahiry melanjutkan, pihaknya mengajak Plt Gubernur Aceh untuk mengunakan akal sehat agar intruksi tidak menzalimi Islam. “Gunakan akar sehat agar tidak tergolong dalam bahagian orang orang munafik,” tegasnya.

Tgk Muslem melanjutkan, pihaknya mengajak Plt Gubernur Aceh agar tidak ikut-ikutan melanjutkan program musuh Islam untuk memadamkan cahaya Allah dan menjauhkan ummat Islam dari syariat.

“Seharusnya seorang pemimpin yang memimpin serambi makkah adalah mengajak rakyatnya untuk mendekat diri kepada Allah dengan memenuhi masjid dan meramaikan majlis taklim dan mensyiarkan Islam dengan shalat dan zikir berjamaah dan merayakan hari besar Islam,” kata Tgk Muslem At Thahiry.

Dan, sambunganya, juga seharusnya pemerintah Aceh kembali kepada konsep Islam untuk terhindar dari wabah bukan konsep orang anti agama atau konsep komunis,  konsep Islam adalah agar terhindar dari berbagai macam bala adalah taqwa.

“Maka Plt Gubernur Aceh sebenarnya harus serius dalam menerapkan syariat Islam kaffah di Aceh dengan melarang riba (rentenir) dan zina, korupsi serta seluruh maksiat lainya, bukan melarang orang berjamah dan berbuat yang makruf,” imbuh Tgk Muslem At Thahiry.

Lebih serius, Tgk Muslem At Thahiry mengajak seluruh rakyat Aceh untuk buka mata dan bangkit melawan kezaliman tersebut. “Jangan sampai shalat Aidil Adha dilarang kerena itu bahagian dari PHBI, dan jangan sampai anak anak Aceh sibuk dengan HP karena sudah dibiasakan belajar lewat HP jangan sampai orang miskin tak memperoleh pendidikan,” tegasnya.

Kepada wakil rakyat yang ada di DPR Aceh, Tgk Muslem At Thahiry mengajak agar buka mulut untuk memihak kepada rakyat. 

“Jangan sampai masker menyebabkan mulut anda tak bisa bicara yang benar,  silakan bermasker tapi jangan tutup mulut, karena anda semua adalah wakil rakyat maka wajib memihak kerakyat, anda dipilih oleh rakyat bukan dipilih oleh pejabat. Maka buka mata melihat efek dari intruksi yang tidak bijak itu,” pungkasnya. (RED).


Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Terkait Belajar Dirumah, FPI Aceh Menolak Kebijakan Yang Tidak Bijak

Terkini