Iklan

Tinggal Dirumah Tak Layak, Nek Aflah : Seperti Tinggal Di Negara Belum Merdeka

REDAKSI
10/16/20, 15:00 WIB Last Updated 2020-10-17T05:25:12Z

 

RMPA saat mendatangi rumah gubuk Nek Aflah dalam program saweu dhuafa RMPA

NOA | Sigli - Dihadapan Relawan Muda Partai Aceh (RMPA), Nek Aflah (72 tahun) yang tinggal bersama 11 orang anggota keluarga di sebuah rumah gubuk tidak layak huni menuturkan, dirinya merasa tinggal di negara yang belum merdeka.


"Saya dan keluarga seperti bukan tinggal di Negeri yang sudah merdeka, selama ini luput dari perhatian pemerintah," kata Nef Aflah saat tim RMPA menyinggung soal bantuan dari pemerintah. Jum'at (16/10/2020).


Kedatangan RMPA dalam program saweu dhuafa tersebut dimanfaatkan Nek Aflah untuk menceritakan keluhan dirinya yang selama ini terkesan dikesampingkan oleh pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.


"Untuk memiliki rumah yang layak huni, saya sangat mengharap ada uluran tangan dari berbagai pihak," sambung Nek Aflah.


Dalam gubuk tersebut, lanjut Nek Aflah, dirinya tingal bersamaan dengan anak dan menantu didalam rumah yang tidak memiliki kamar, membuat dirinya dan keluarga susah saat beristirahat apalagi saat angin kencang belum lagi kondisi lantai tanah beralaskan ambal biasa.


"Untuk bertahan hidup, saya menjadi buruh jasa olah emping Melinjo, karena usia saya yang semakin menua membuat saya harus pansiun dari pekerjaan sebagai petani," tutur Nek Aflah.


Tinggal di gubuk terbuat dari bambu Nek Aflah tinggal bersama 11 anggota keluarga di Gampong Mee Krueng Seumideun Kecamatan Peukan Baro.  Sesaat kami wawancarai beliau menceritakan kondisi  rumahnya yang tingal bersamaan dengan anak dan menantunya,  rumah tak memiliki kamar tersebut membuat dirinya dan keluarga susah saat beristirahat apalagi saat angin kencang belum lagi kondisi lantai tanah beralaskan ambal biasa.


Nek Aflah merupakan seorang janda tua yang saat ini bertahan hidup dengan mata pencarian menjadi buruh jasa olah emping melinjo, faktor usia membuat dirinya harus pansiun dari pekerjaan sebagai petani.


Mendengarkan keluh Nek Aflah tersebut, tim RMPA yang didampingi langsung Sekretaris RMPA, Tgk. Akhyar mengakui, kehadirian pihaknya tersebut belum setimpal dengan keinginan Nek Aflah untuk mendapatkan rumah layak huni.


Namun, dirinya menegaskan, pihaknya akan bersama-sama mencari solusi agar setiap masyarakat kurang mampu di Aceh akan merasakan kehidupan yang layak seperti masyarakat lainnya.


"Kehadiran kami mungkin belum setimpa dengan Nek Aflah inginkan, setidaknya sudah sedikit meringankan beban, mari kita sama-sama kepada yang membaca kaabar ini kedepan mencari solusi agar saudara kita ini bisa meraskan kehidupan yang layak seperti masyarkat lainnya," sebut Akhyar.


Dalam program rutin saweu duafha tersebut, lanjut Akhyar, pihaknya menyalurkan bantuan sembako dari berbagai donatur Partai Aceh (PA) dan KPA yang di amanahkan kepada pihaknya.


"Amanah ini untuk kami salurkan kepada yang berhak. Kedepan kita akan berupaya menambah program kerja lebih banyak jika kondisi keuangan memadai," singkat Akhyar.


Dalam kegiatan tersebut  turut di dampingi oleh Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Bahtiar Abdullah alias Madon, Fraksi Partai Aceh dan Sekretaris Jendral Majelis Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Tgk. Amri Aiyub.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Tinggal Dirumah Tak Layak, Nek Aflah : Seperti Tinggal Di Negara Belum Merdeka

Terkini