Iklan

Satu Unit Rumah Warga Gampong Paloh Amblas

REDAKSI
12/14/20, 16:58 WIB Last Updated 2020-12-14T09:58:18Z

 

Sejumlah rumah di DAS dalam Kabupaten Pidie terancam akibat meluapnya sungai Krueng Baro

NOA | Sigli - Tingginya curah hujan di daerah pengunungan Keumala sejak Minggu 13 Desember 2020 malam, menyebabkan meluapnya sungai Krueng Baro yang bermuara ke Kota Sigli. 


Akibatnya, sejumlah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Gampong Aree, Kecamatan Delima, Gampong Dayah Tutong, Gampong Lhok Keutapang, Paloh, Gampong Pukat, Gampong Lamkuta dan Gajah Ayee Kecamatan Pidie terimbas luapan sungai tersebut.


Informasi dari BPBD Pidie, sejumlah rumah warga yang berada di sepanjang DAS sungai terendam, bahkan sebuah rumah sederhana di Gampong Paloh, Kecamatan Pidie milik Anisah Binti Abdullah Umar (37) yang ditempati bersama anaknya M. Fatir (8) amblas ke sungai.


"Rumah warga lainnya yang berada di DAS juga terancam. Selain rumah warga, halaman Masjid Gampong Aree tak luput dari genangan. Air deras dari arah sungai sempat melintasi halaman masjid kecamatan ini," kata Kalak BPBD Pidie, Ir. H Dewan Ansari melalui Kabid Darurat dan Logistik BPBD Pidie, H. Junidar, S.Sos, MM, Senin (14/12/2020) siang.


Disebutkannya, ada sekitar 50 rumah yang terendam di Gampong Dayah Tutong, perumahan relokasi tsunami, kemukiman Keulibeut, Kecamatan Pidie. 


"Luapan sungai yang terjadi sekira pukul 13.15 Wib akibat tingginya curah hujan, juga menyebabkan erosi sungai Gampong Lhok Keutapang, dan longsornya di Turning (belokan) sungai Gajah Ayee, Kecamatan Pidie," sebut Junidar.


Disampaikan juga, air deras luapan sungai sempat melewati lantai jembatan gantung yang menghubungkan Gampong Pukat dan Gampong Lamkuta, Kecamatan Pidie, namun tidak menyebabkan kerusakan jembatan.


"Kita sudah kelokasi, melihat langsung untuk mendata kerusakan akibat banjir, termasuk memantau apakah ada warga yang mengungsi, dan tindakan selanjutnya," jelas H. Junidar.


Selain itu, katanya, pihaknya juga sudah mendatangkan mesin untuk mengeringkan pemukiman. "Ini sebagai langkah awal, juga telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Pidie untuk membersihkan kayu dan material didalam sungai, dengan menggunakan alat berat, karena dikhawatirkan kayu-kayu dan material yang hanyut bisa tersangkut di jembatan," terang Junidar.


Untuk bantuan masa panik, katanya, kepada warga terdampak banjir itu dilaksanakan oleh Dinsos Pidie, pihaknya nantinya bersama Dinas PUPR mengurusi bidang fisik yang rusak akibat banjir.(AA).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Satu Unit Rumah Warga Gampong Paloh Amblas

Terkini