Iklan

Didesak Wali Murid, Bupati : Boleh Tatap Muka Asal Tidak Ada Riwayat Penyebaran Covid-19

REDAKSI
11/30/20, 11:00 WIB Last Updated 2021-05-29T14:10:01Z

 

Bupati Dulmusrid bersama Kadisdikbud Khalilullah memantau belajar tatap muka di sekolah baru-baru ini


NOA | Aceh Singkil - Dalam beberapa bulan terakhir, sekolah-sekolah di Aceh Singkil melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (Daring) yang sebabkan Covid-19 yang perlu di waspadai.



Namun, disisi lain, sejumlah orang tua siswa mendesak pemerintah untuk kembali melaksanakan proses belajar mengajar di Sekolah.



Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Singkil, Dulmursid kepada wartawan menyampaikan, saat ini Kabupaten Aceh Singkil dalam zona merah penyebaran Covid-19.



"Status zona Aceh Singkil saat ini, dari orange telah berubah menjadi zona merah. Sehingga di lokasi kecamatan yang tercatat memiliki riwayat penyebaran Covid-19 sebaiknya tetap melaksanakn belajar melalui jaringan," sebut Dulmursid.



Namun, Dulmusrid memperbolehkan Kecamatan yang tidak ada riwayat penyebaran Covid-19 bisa melaksanakan belajar tatap muka. 



"Dengan catatan, harus tetap mengikuti protokoler kesehatan. Kalau daerah yang tidak ada penyebaran Corona, boleh untuk belajar tatap muka.  



"Kita tetap berpegang arahan Mendikbud yang direncanakan awal Januari seluruh sekolah secara perdana akan melaksanakan belajar tatap muka," tegas Dulmursid.



Namun, lanjutnya, bagi sekolah yang telah melakukan proses belajar mengajar di sekolah harus tetap mematuhi protokol kesehatan dengan selalu mencuci tangan, memakai masker dan tetap menjaga jarak.



Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil, Khalilullah mengakui, banyak siswa di Kabupaten Aceh Singkil yang masih kurang pemahaman informasi dan teknologi, yang mengakibatkan proses belajar mengajar secara daring kurang mendapat perhatian serius dari orang tua murid.



"Kondisi penyebaran Corona di Aceh Singkil terus meningkat, kita juga tidak bisa tidak menyahuti permintaan para orang tua ini, Disdikbud sampai saat ini tetap meyakinkan mereka bahwa menjaga kesehatan lebih penting," tegas Khalilullah.



Meski demikian, katanya, bukan berarti pendidikan tidak penting, bahkan sangat penting. "Dengan kondisi kesehatan yang ancamannya kematian, lebih baik mengutamakan kesehatan, dan bisa dilaksanakan belajar hari esok," tutur Khalilullah.



Pada kesempatan itu, Khalilullah mengakui, kendala belajar dalam jaringan yang dilaksanakan selama ini, partisipasi siswa yang peduli terhadap tugas yang diberikan hanya 50 persen. 



"Sebagian siswa malah tidak peduli dengan tugas-tugasnya. Kendati para guru tetap memantau para muridnya disaat-saat jam belajar sekolah melalui jaringan atau sebagian komunikasi langsung dengan orang tua siswa," tuntas Khalilullah.(Khairi).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Didesak Wali Murid, Bupati : Boleh Tatap Muka Asal Tidak Ada Riwayat Penyebaran Covid-19

Terkini