Iklan

Terkait Calon Gubernur, Usman Lamreung : Masih Dalam Pembicaraan Tingkat Politisi

REDAKSI
12/06/20, 13:19 WIB Last Updated 2020-12-06T06:25:36Z
Usman Lamreung


NOA | Banda Aceh - Membaca peta politik elit dan dinamika politik elit Aceh terikait isu calon gubernur Aceh pada pilkada 2022 memang belum membumi, isu tersebut masih dalam pembicaraan tingkat politisi. 


Hal tersebut disampaikan Usman Lamreung kepada m-noa.com disela-sela ngopi santai, Minggu (6/12/2020). Menurut Usman, saat ini hanya ada dua partai politik yang sudah melemparkan isu tersebut yaitu Partai Aceh hasil konsolidasi di Meulaboh diputuskan Muzakir Manaf sebagai dicalonkan Gubernur beberapa waktu lalu.


Selanjutnya, lanjutnya, partai lain yang berminat menawarkan diri biarpun masih malu-malu ada Mawardi Ali Bupati Aceh Besar. "Setelah terpilih sebagai ketua Partai Amanat Nasional, menyatakan bila ada dukungan dan PAN solid, berminat mencalonkan diri sebagai Gubernur Aceh pada Pilkada 2022," sebut Usman.


Dilanjutkannya, dua calon yang sudah menyatakan bakal maju sebagai calon gubernur Aceh pada Pilkada 2022, pasti punya peluang dan momentum, tinggal bagaimana melakukan konsolidasi politik internal, antar partai politik dan dukungan dari rakyat. 


"Pastinya punya komitmen untuk membangun Aceh dari ketertinggalan disegala sektor, Nah, pertanyaan adalah apakah dua calon yang menyatakan siap berpartisipasi tersebut mampu untuk merealisasikan tersebut?," tanya Usman.


Pertanyaan ini, sambungnya, kembali pada penilaian rakyat, karena keduanya sudah dan sedang dalam pemerintahan,  Mualem pernah menjadi Wagub dan Mawardi Ali sedang menjabat sebagai bupati Aceh Besar. 


"Khusus untuk Mawardi Ali saat ini masih sebagai Bupati Aceh Besar, harus sukseskan berbagai program dan merealisasikan janji politik saat pilkada yang lalu. Masih banyak PR besar yang harus di implementasikan dalam berbagai program pembangunan," terang Usman.


Berbagai program tersebut, kata Usman, baik infrastruktur, sosial ekonomi, pertanian, parawisata, syariat islam,  pelayanan publik, masalah sampah, masalah air bersih dan pengembangan ekonomi kawasan tentu belum sepenuhnya berjalan, dan  menuai banyak sorotan masyarakat. 


"Ditambah lagi persoalan penertiban dan pembongkaran bantaran Krueng Aceh, daerah tersebut saat pilkada adalah kantong suara terbanyak, dan atas kebijakan tersebut masyarakat seputaran bantaran Krueng Aceh kecewa pada bupati," imbuh Usman. 


Bila dalam dua tahun kedepan, katanya, Mawardi Ali mampu merealisasikan program kerja dan janji politik saat pilkada, maka sudah pasti rakyat Aceh Besar mendukung sepenuhnya hajat dan rencana ikut bursa calon gubernur Aceh. "Bila sebaliknya peluang dan momentum sangat berat," kata Usman.(RED).

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Terkait Calon Gubernur, Usman Lamreung : Masih Dalam Pembicaraan Tingkat Politisi

Terkini